13-01-2014, 03:49 PM
(04-01-2012, 09:24 AM)dean2304 Wrote: perlu diketahui rencana induk perkeretaapian nasional kementerian perhubungan bahwa pemerintah pada saat ini akan merevitalisasi jalur2 KA yang sudah mati?dulu waktu prasarana dipegang oleh operator bukannya jalur KA bertambah tetapi malah berkurang, nah sekarang prasarana diambil oleh pemerintah akan merevitalisasi kembali khususnya jalur2 mati di indonesia ini?pada TA 2011 lalu ditjen KA telah melakukan DED (detail engenering desaign)atau studi secara mendetail seluruh prasarana? tetapi jalur KA eksisting tidak boleh dipergunakan lagi oleh pemda setempat? maka akan diambil alternatif melalui stasiun cangkring menuju pelabuhan?jalur ini memang dititik beratkan pada angkutan penumpang tetapi bertujuan untuk menngurangi beban jalan raya khusunya pada angkutan barang???pada TA 2012 telah diajukan untuk pembangunan infrastruktur (fisik) prasarana jalur KA?
sumber :
http://beritatrans.com/2013/10/17/ditjen...n-cirebon/
Kamis, 17 Oktober 2013
Ditjen Perkeretaapian Siap Bangun Track Kereta ke Pelabuhan Cirebon
JAKARTA (beritatrans.com) – Sebagai bagian dari membangun konektifitas logistik nasional, Kementerian Perhubungan membangun track kereta api (KA) ke Pelabuhan Cirebon, Jawa Barat. Trek ini terkoneksi dengan jalur ganda KA pantai utara (pantura) Jawa.
Direktur Prasarana Perkeretaapian Ditjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Arief Heryanto, kepada beritatrans.com, mengemukakan jalur baru kereta tidak dari Stasiun Cirebon, tetapi dimulai dari Stasiun Cangkring dan tembus langsung ke dermaga pelabuhan cirebon.
Jalur kereta tersebut dibangun baru sepanjang sekitar 12 kilometer, dengan biaya sekitar Rp200 miliar. “Treknya lebih panjang karena melintasi sawah dan pantai. Detail Engineering Design (DED) sudah final, tinggal tender dan pembangunan fisik saja. Tahun 2014, kami berharap sudah bisa tender dan pembebasan lahan, sehingga pembangunan fisik bisa dimulai paling lambat tahun 2015,†jelasnya, Kamis (17/10/2013).
Dengan pembangunan jalur kereta ke pelabuhan ini, Arief Heryanto mengutarakan maka diharapkan terjadi migrasi pengangkutan logistik dari jalan raya ke kereta api. Selama ini, kalau kita perhatikan di sepanjang jalur pantura, terutama di koridor Jakarta – Cirebon begitu dipadati truk-truk berat.
“Bapak Menteri Perhubungan, Bapak Wakil Menteri Perhubungan dan Bapak Dirjen Perkeretaapian, berharap betul muatan dari truk beralih ke kereta, yang lebih efisien, terjamin perjalanannya, dan relatif lebih aman,†tuturnya.
Arus Barang
Catatan beritatrans.com memperlihatkan Pelabuhan Cirebon dikenal sebagai tempat bersandar tongkang-tongkang pengangkut batu bara dari Kalimantan. Dari pelabuhan, batu bara dibawa menggunakan truk menuju Bandung, sehingga mengakibatkan rusaknya jalan serta turunnya ruas Cadas Pangeran di Kabupaten Sumedang.
Pihak PT Pelabuhan Indonesia II/Indonesia Port Corporation (IPC) Cabang Cirebon berupaya meningkatkan fasilitas dermaga dan layanan transportasi laut sebagai alternatif pelaku usaha serta menjawab tantangan pertumbuhan ekonomi.
General Manager IPC Cabang Cirebon Yedi Kusmayadi mengemukakan arus lalu lintas kapal dan barang di Pelabuhan Cirebon terus meningkat sejak 2008. Pada tahun 2008, arus kunjungan kapal sejumlah 1.883 unit setara dengan 2.053.161 GT dan arus barang sebesar 3.826.701 ton.
Sedangkan pada 2012, kapal mencapai 2.140 unit setara 13.388.994 GT dan arus barang sebesar 4.177.172 ton. Pada 2013, Pelabuhan Cirebon berencana untuk mengupayakan lagi penambahan jumlah arus kapal mencapai 2.247 unit setara 13.194.584 GT dan arus barang sebesar 4.638.902 ton.
Pelabuhan Cirebon pun sedang berupaya menumbuhkan arus peti kemas Pelabuhan Tanjung Priok, yang saat ini diangkut melalui jalur darat. Kegiatan pengiriman kontainer ke Pelabuhan Tanjung Priok mencapai 10.000 boks per bulan.(agus wahyudin).
RF spoor_jadul, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Jul 2010.
