28-11-2013, 10:24 AM
(28-11-2013, 09:21 AM)bramoy Wrote:Kalo petak Ppk-sgg-Lrn belum bisa dilalui track masih buntung di sekitar pjl klonengan juga petak pjl klonengan sampai ppk track untuk DT belum terupgrade masih dipake ketelan ppk-tg dengan pake masih track R 42(28-11-2013, 07:02 AM)slamtrack Wrote:(28-11-2013, 06:08 AM)Rail_Ram Wrote:Ya ....fokus alokasi anggarannya utamanya memang teruntuk sang lintas utara dulu .....terima kenyataan si lintas selatan yg disebagian tertentu belum di double track kan yg bersabar dulu yak ...he..he ....(27-11-2013, 07:49 PM)ardial Wrote:(27-11-2013, 05:17 PM)Rail_Ram Wrote: Padahal lebih rame petak kroya - purwokerto ya.. entah kenapa lebih dpriotitaskan yg solo-madiun..
Blueprintnya Solo-Madiun Masuk Sejak 2010, sementara Soal KYA-KTA itu masih baru booming 2010 Keatas
Memang DT KYA-KTA harus ngalah..
Berharap nantinya Gmr-Smt- Sbi bisa dilahap 8,30 mnt beda selisih 180 menitan jika di lewatkan ke Gmr-Yk-Sgu......
Bukannya anggaran DT Kroya - Kutoarjo pake pinjaman jepun ya, kontraktornya kan KSO Indo + Jepun. Sejak awal pinjaman jepun memang buat membangun jalur ganda dari Solo - Kroya, nama projectnya " Construction of Railway Double Tracking on Java South Line (phase) III ". Bagusnya adalah rel-nya buatan jepun yang sekarang bisa dinikmati di DT Solo - Kutoarjo.
Kalo DT Cirebon - Kroya awalnya juga pake pinjaman jepun berhubung kurang dana akhirnya pake sukuk kesimpulannya bisa lebih cepat dan sekarang sudah dikerjakan.. Harusnya DT Prupuk - Larangan sudah dioperasikan.
debaran hatikuWAHANA DAYA PERTIWI
yen nglurug tanpo bolo ...menang tanpo ngasorake



