21-11-2013, 01:56 PM
(18-11-2013, 04:47 AM)DiasWU Wrote: IMHO KA Ekspress jarak dekat Daop 8 rata-rata gatot karena type penumpang sendiri dan juga sarana dan prasarananya. Type penumpang di sekitaran Daop 7-8-9 itu rata-rata cost sensitive, mengutamakan harga dibanding kualitas. Mana yang murah itulah yang bakal dipilih, malah kalo bisa gratis juga hajar, kualitas dan kenyamanan dsb no. 2, 3 atau ke sekian. Sarana dan prasarana di Daop 8, terutama rel di petak Surabaya - Malang - Blitar juga parah, masih ada yang R33 bantalan beton, sehingga KA jalannya cuma 40km/j. Kalo tidak salah sejak upgrade rel di petak BL - KTS, waktu tempuh KA Rapih Dhoho lebih cepat daripada KA Penataran, walaupun rute yang dilalui Dhoho lebih rame.nggak juga om,
Tipe penumpang, harga yang ditawarkan, serta waktu tempuh yang tidak bersaing. Menurut saya, Penataran Ekspress dg tarif 20rb untuk 2 jam dengan ekonomi AC split jelas tidak sebanding dengan Ekonomi AC bis R*st* Malang - Surabaya yang 2-3 jam tapi cuma 12rb. Apalagi jika harus bersaing dengan Penataran yang cuma 5rb.. Saya rasa jika kondisi rel Surabaya - Malang bagus, waktu tempuhnya bisa 1,5 jam..
yang penting adalah value for money, apakah suatu harga sebanding dengan yang didapatkan. Toh nyatanya penerbangan di sby juga ramai sekali, produk2 premium di sby juga ada pasarnya sendiri, dan juga mayoritas arus sby-mlg adalah pemilik kendaraan pribadi yang kuat beli mobil/motor dan bensin untuk sby-mlg

ane rasa penex tiketnya dinaikkan sedikit (mungkin jadi 30 ribu) tapi K-1 mungkin bisa bersaing, tentu dengan perbedaan waktu tempuh dan ketepatan waktu yang signifikan, just IMHO

btw dulu sby-mlg bisa ditempuh dalam 90, bahkan 80 menit lo

(19-11-2013, 11:55 PM)Logawa_ATB Wrote: Wah, kalo rata2 cost sensitive, cukup riskan jg ya kalo mau buka bisnis kuliner di Jawa Timur...? Mau buka bisnis makanan kyk rujak cingur, soto ambengan atau lontong kupang dgn menyewa ruko harus bersaing keras dgn warung2 di pinggir jalan atau lapak2 tipe amigos (agak minggir got sedikit). Lha sing penting wareg koq...
di sby sepengetahuan ane kalo kita buka kuliner mahal dikit asal berkualitas masih bisa laris kok

