21-10-2013, 08:16 AM
(21-10-2013, 02:14 AM)Batpod Wrote: Teman-teman mau tanya, kenapa kalau mau dapet reduksi 28%, selalu dirujuk ke tiket dengan harga termahal.
Misal GoPar weekday:
EKS A : Rp. 80.000
EKS H : Rp. 70.000
Nah kalo harga setelah direduksi selalu dirujuk ke harga yg 80ribu.
Jadi: 80000-0,28x80000=58000 ribu
Apakah yg direduksi tidak bisa minta ke harga yg 70 ribu, jadi biar lebih murah?
Mas nya beli di mana? Saya beberapa kali beli di loket Gambir. Dan saat pemesanan, saya selalu minta subkelas terendah untuk diberi reduksi. Dan petugasnya mau-mau saja kok, dilayani dengan ramah dan penuh senyuman. Apalagi petugasnya Gambir di pintu utara (pintu yang selalu saya datangi kalau ke Gambir) kan cantik-cantiiik .... kyaaaaa


Di Jakarta Kota juga, saya gak bilang apa-apa, cuma mau beli tiket dan bilang minta reduksi mahasiswa, eh tau-tau dikasih subkelas tengah yang masih tersisa (subkelas terendah sudah ludes). Padahal subkelas tengah waktu itu mungkin cuma tersisa 5 seat. Kalau mau bisa saja kan Mbak nya ngasih subkelas tertinggi yang memang masih tersedia seratus seat lebih ....

Yah, walau gimanapun ternyata petugas JAKK (dan GMR) menurut saya termasuk jajaran petugas ticketing terbaik di DAOP I
Seperti alunan detak jantungku,
tak bertahan, melawan waktu
dan semua keindahan, yang memudar
atau cinta, yang tlah hilang
==========
My latest TR: here Tawang Alun, 30 Juni 2013
tak bertahan, melawan waktu
dan semua keindahan, yang memudar
atau cinta, yang tlah hilang
==========
My latest TR: here Tawang Alun, 30 Juni 2013
