23-08-2013, 01:21 PM
(23-08-2013, 07:19 AM)ady_mcady Wrote: @ardwar, om kalau railroad company di amrik sana terutama yang kelas 2 dan 3 itu kan banyak banget ya? kalau saya lihat di wiki yang kelas 2 ada 60 an, yang kelas 3 ada sampai 200 an. pertanyaan saya, mereka ini core bussiness nya apa ya? kok bisa survive padahal di sana tingkat persaingan dengan moda lain (airlines, trucks, buses, privat, etc) juga ketat banget.
Lah, kok tanya saya?

Setahuku, RR class II rata-rata melayani daerah yang tidak dilayani RR class-I. RR class III rata-rata berfungsi sebagai feeder untuk RR class I dan class-II. Biasanya ngumpulin muatan dari pabrik-pabrik ke terminalnya RR class I, jadi jangan kaget kalo ada RR class III yang punya rel cuma belasan kilometer dan hanya 1-2 lokomotif jadul (dan mungkin sewaan), atau bahkan hanya sebagai operator langsiran di terminal/yard untuk RR class-I. RR class-III biasanya hanya melayani 1-2 pelanggan. Pelanggan tutup, RR-nya juga tutup.
RR non class I biasanya tidak membangun infrastruktur sendiri, cuma beli jalur mati yang nggak dipake oleh RR gede. Itupun jarang banget dirawat, untuk menekan pengeluaran hingga sesedikit mungkin. (coba aja search MAW rail
)Di sana, perkeretaapian lebih kompetitif dari OTR (trucking) untuk barang yang tidak peka waktu (asumsi sudah ada rel feeder), bahan bakar tidak disubsidi.
MENEROBOS PERLINTASAN
DAPAT DIJATUHI
HUKUMAN MATI DI TEMPAT

