12-08-2013, 07:18 PM
(This post was last modified: 12-08-2013, 07:18 PM by raihanaulia.)
Hasil mudik tahun ini:
Di stasiun TSM, di sebelah barat ada jembatan bendung cimulu. dari arah stasiun, keluar tembok belok kiri maka ketemu gang. gang itu dulunya rel KA. weselnya dah dicabut, rel menuju gang (yang masih dalam tembok/lingkungan stasiun) sekarang jadi lapangan kosong.
kata orang lokal, kereta yang ke cikunir cuma kereta "kwik" yang narik gerobak (bukan penumpang)
kata orang lokal pula, dulu rel ke cikunir ukurannya setengah lebar rel sekarang (R52, jadi mungkin R25)
kalau mampir ke bendungan cimulu, lihat ke arah barat maka ada jembatan. menurut saya konstruksinya agak gak lazim buat jembatan yang "cuma" gang.
bagaimanapun, kalau mau mblusuk berdasarkan rel yang "nyembul" agak mustahil karena sudah lenyap relnya.
kalau ke jalan cihideung balong, ada jalan bercabang. yang kiri lurus, yang kanan nikung. perhatikan ada tiang listrik yang "nancep" di tengah halaman orang. kenapa di halaman orang? kata nenek saya karena tiang itu dulu ada di sebelah rel. katanya "aset PJKA"
itulah yang saya dapat sampai hari ini, besok bisa bertambah atau bisa tetap. sekian
Hasil mudik tahun ini:
Di stasiun TSM, di sebelah barat ada jembatan bendung cimulu. dari arah stasiun, keluar tembok belok kiri maka ketemu gang. gang itu dulunya rel KA. weselnya dah dicabut, rel menuju gang (yang masih dalam tembok/lingkungan stasiun) sekarang jadi lapangan kosong.
kata orang lokal, kereta yang ke cikunir cuma kereta "kwik" yang narik gerobak (bukan penumpang)
kata orang lokal pula, dulu rel ke cikunir ukurannya setengah lebar rel sekarang (R52, jadi mungkin R25)
kalau mampir ke bendungan cimulu, lihat ke arah barat maka ada jembatan. menurut saya konstruksinya agak gak lazim buat jembatan yang "cuma" gang.
bagaimanapun, kalau mau mblusuk berdasarkan rel yang "nyembul" agak mustahil karena sudah lenyap relnya.
kalau ke jalan cihideung balong, ada jalan bercabang. yang kiri lurus, yang kanan nikung. perhatikan ada tiang listrik yang "nancep" di tengah halaman orang. kenapa di halaman orang? kata nenek saya karena tiang itu dulu ada di sebelah rel. katanya "aset PJKA"
itulah yang saya dapat sampai hari ini, besok bisa bertambah atau bisa tetap. sekian
Di stasiun TSM, di sebelah barat ada jembatan bendung cimulu. dari arah stasiun, keluar tembok belok kiri maka ketemu gang. gang itu dulunya rel KA. weselnya dah dicabut, rel menuju gang (yang masih dalam tembok/lingkungan stasiun) sekarang jadi lapangan kosong.
kata orang lokal, kereta yang ke cikunir cuma kereta "kwik" yang narik gerobak (bukan penumpang)
kata orang lokal pula, dulu rel ke cikunir ukurannya setengah lebar rel sekarang (R52, jadi mungkin R25)
kalau mampir ke bendungan cimulu, lihat ke arah barat maka ada jembatan. menurut saya konstruksinya agak gak lazim buat jembatan yang "cuma" gang.
bagaimanapun, kalau mau mblusuk berdasarkan rel yang "nyembul" agak mustahil karena sudah lenyap relnya.
kalau ke jalan cihideung balong, ada jalan bercabang. yang kiri lurus, yang kanan nikung. perhatikan ada tiang listrik yang "nancep" di tengah halaman orang. kenapa di halaman orang? kata nenek saya karena tiang itu dulu ada di sebelah rel. katanya "aset PJKA"
itulah yang saya dapat sampai hari ini, besok bisa bertambah atau bisa tetap. sekian

Hasil mudik tahun ini:
Di stasiun TSM, di sebelah barat ada jembatan bendung cimulu. dari arah stasiun, keluar tembok belok kiri maka ketemu gang. gang itu dulunya rel KA. weselnya dah dicabut, rel menuju gang (yang masih dalam tembok/lingkungan stasiun) sekarang jadi lapangan kosong.
kata orang lokal, kereta yang ke cikunir cuma kereta "kwik" yang narik gerobak (bukan penumpang)
kata orang lokal pula, dulu rel ke cikunir ukurannya setengah lebar rel sekarang (R52, jadi mungkin R25)
kalau mampir ke bendungan cimulu, lihat ke arah barat maka ada jembatan. menurut saya konstruksinya agak gak lazim buat jembatan yang "cuma" gang.
bagaimanapun, kalau mau mblusuk berdasarkan rel yang "nyembul" agak mustahil karena sudah lenyap relnya.
kalau ke jalan cihideung balong, ada jalan bercabang. yang kiri lurus, yang kanan nikung. perhatikan ada tiang listrik yang "nancep" di tengah halaman orang. kenapa di halaman orang? kata nenek saya karena tiang itu dulu ada di sebelah rel. katanya "aset PJKA"
itulah yang saya dapat sampai hari ini, besok bisa bertambah atau bisa tetap. sekian
masih menunggu ada K1/K2 Jakarta-TSM
