05-08-2013, 11:21 AM
(05-08-2013, 07:15 AM)KL3-97xx Wrote: ......
Cerita berlanjut ketika kereta yang ane naiki berhenti di sebuah stasiun kecil. Tapi, sayang sekali saya tidak begitu ingat stasiun apa, kalau tidak salah stasiun (Pogajih) maklum pikiran ane masih belum ngumpul.. Disini kereta berhenti cukup lama, entah memang berhenti normal disini atau bersilang dengan kereta lain. Pokok'e pas ane bangun tau2 udah berhenti di stasiun misterius ini.
Perjalanan kembali berlanjut, udara di sekitar kereta menjadi lebih sejuk, berbeda dengan udara jakarta yang kering dan panas. Pemandangan perbukitan dan persawahan mendominasi akhir-akhir perjalanan saya. Tak lama, kereta menyeberangi sebuah jembatan yang lumayan panjang dan tinggi (jembatan lahor kah namanya???). Kabut tampak masih menyelimuti bagian bawah jembatan yang amat dalam,, jadi berasa seperti menyeberangi awan, sayang pemandangan yang teramat indah tersebut tidak ane abadikan dengan kamera karena ya itu tadi, nyawa dan pikiran ane masih berlum bersatu... Lanjut lagi, ane melihat bendungan karangkates di sebelah kanan yang puncaknya lebih tinggi daripada posisi rel kereta api..
, Setelah itu, keadaan kereta berubah menjadi gelap (masuk sebuah terowongan) dan kemudian kereta berbelok ke kanan, tau-tau kereta yang ane naiki memasuki terowongan lagi, mungkin rekan-rekan rf disini ada yang tau itu terowongan apa??
Lanjut, perjalanan kereta terhenti sejenak di stasiun Sumberpucung, tak perlu waktu lama, 3 menit setelah berhenti kereta kembali melanjutkan sisa-sisa perjalanannya. Pemandangan setelahnya berganti menjadi dominan persawahan dengan ditambah gunung-gunung di kejauhan sana. Oh iya, selepas stasiun Sumberpucung, di sebelah kereta terdapat jalan raya. Yang saya cermati, laju kereta dibandingkan dengan laju kendaraan yang ada di jalan raya ternyata lebih cepat laju kendaraan yang ada di jalan raya....Wah kalau terus begini mah bisa turun pamor kereta api, hehe....
Lanjut lagi, kereta berhenti lagi di stasiun Kepanjen, pada pukul 06.19 dan setelah selesai turun penumpang, KA 114 kembali berangkat pada pukul 06.23. Kecepatan kereta tidak berubah, akan tetapi deru lokomotif masih terdengar jelas hingga ke K3-7 yang ane naiki. 15 menit berselang, pemandangan sawah yang sedari tadi pagi menemani saya pelan-pelan mulai menghilang. Rumah-rumah penduduk kembali bertebaran di kiri-kanan rel. Kecepatan rata-rata kereta pun mulai berkurang. Tak lama, kereta melambat dan berhenti di stasiun Malang Kota Lama (06.44-06.47). Tidak begitu banyak penumpang yang turun disini.
Setelah berhenti cukup lama, kereta kembali diberangkatkan menuju stasiun terakhir, stasiun Malang. Kereta tiba di stasiun Malang pukul 06.54, tepat seperti jadwal yang tertera di tiket.. Distasiun ini ane mengakhiri perjalanan dan langsung mencari penginapan untuk beristirahat sejenak.
Baiklah, TR KA 114 ini ane akhiri, dan jangan lupa, masih ada lagi TR KA 113 yang akan ane buat nanti.....
Sekian, dan Keep stay tune,,,,
Itu terowongan Eka Bhakti Karya dan Dwi Bhakti Karya, yang emang dibikin sejak Bendungan Karangkates dibangun.
Kalau di situ emang KA dibatasi hanya sampai 50 Km/jam, jadi wajar kalau suka dibalep ama kendaraan ban karet


. Disini kereta berhenti cukup lama, entah memang berhenti normal disini atau bersilang dengan kereta lain. Pokok'e pas ane bangun tau2 udah berhenti di stasiun misterius ini.
, sayang pemandangan yang teramat indah tersebut tidak ane abadikan dengan kamera karena ya itu tadi, nyawa dan pikiran ane masih berlum bersatu... Lanjut lagi, ane melihat bendungan karangkates di sebelah kanan yang puncaknya lebih tinggi daripada posisi rel kereta api..
, Setelah itu, keadaan kereta berubah menjadi gelap (masuk sebuah terowongan) dan kemudian kereta berbelok ke kanan, tau-tau kereta yang ane naiki memasuki terowongan lagi, mungkin rekan-rekan rf disini ada yang tau 
. Distasiun ini ane mengakhiri perjalanan dan langsung mencari penginapan untuk beristirahat sejenak.