17-07-2013, 12:02 AM
(16-07-2013, 04:00 AM)ady_mcady Wrote: kalau lihat penyusutan infrastruktur itu dipengaruhi besaran ton-km, saya pikir operator akan membidik layanan yang ton-km nya sedikit tapi keuntungannya maksimal. kira2 layanan jenis apa ya? kargo jarak dekat kah? atau penumpang komuter komersial?
trus krl kena efek yang besar juga dong? infrastruktur mereka kan lebih banyak (jaringan laa).
Jalan satu2nya ya paling2 mengerahkan people power agar Pemerintah mau mengucurkan PSO / subsidi lbh banyak lg. Misal operator KA mengubah harga produksinya (include TAC), akhirnya disepakati fifty-fifty. 50% ditanggung pengguna jasa & 50% disubsidi Pemerintah. Ternyata 50% dari harga produksi tsb digunakan utk bayar TAC, jd saya pikir duit dari Pemerintah dlm bentuk subsidi balik lg ke tangan Pemerintah dlm bentuk TAC. Kan bs kyk gitu ya, Kang...

Lgpl pengguna jasa layanan KRL di Jabodetabek saya rasa penghasilannya per tahun di atas PTKP (Penghasilan Tidak Kena Pajak), otomatis jd wajib pajak. Sah2 saja kalo mereka minta subsidi, apalg setiap harinya mereka lbh banyak menggunakan transportasi umum ketimbang menggunakan kendaraan pribadi menuju ke tempat kerja mereka.

