13-07-2013, 06:17 PM
(13-07-2013, 09:18 AM)raihanaulia Wrote:(12-07-2013, 11:27 PM)ady_mcady Wrote: saya simak berita beberapa bulan lalu menteri pertanian lebih memilih pakai truk untuk angkut-angkut sapi. alasannya pakai kereta ternyata lebih mahal karena double handling di titik awal dan akhir (dari pusat2 ternak pakai truk ke stasiun awal, sampai di stasiun akhir kembali pakai truk ke rph). kalau pakai truk dinilai menteri lebih fleksibel karena langsung bisa angkut sapi dari pusat ternak ke rph.
7tapi itu belum dihitung biaya ongkos truk waktu bbm sudah naik sekarang ini. jadi mungkin saja bisa kembali dipertimbangkan pakai kereta jika ongkos transport pakai truk jatuhnya kena mahal akibat bbm naik. tapi sampai saat ini belum ada kabar lagi tentang angkut sapi pakai kereta. yang ada malah berita daging impor australia yang akan masuk jakarta lewat bandara soetta.
ya kalau fleksibilitas emang KA agak sedikit kalah, tapi kalo waktu jelas KA menang. biar lebih fresh aja...
kalo pake truk dari peternakan (misalnya di bogor) ke RPH misalnya di surabaya) ada 20jam-an kali. udah abis berapa BBMnya? kalau angkut dari peternakan ke stasiun paling sejam, BBM ga sampe nguras tanki.
semoga aja pemerintah ninjau ulang tentang pengiriman sapi pakai KA lagi yah...
mungkin sebaiknya disediakan stasiun bongkar muat ternak digabung dengan rph, tapi mungkin akan membutuhkan biaya yang besar mengingat sulitnya membuat akses kayak gitu sekarang ini, tapi gak ada yang gk mungkin kan ??


