31-05-2013, 02:44 PM
Dikutip dr Suara Merdeka
2015, Jalur KA Tuntang-Kedungjati Diaktifkan
SEMARANG, suaramerdeka.com - Pemerintah menargetkan jalur kereta api Tuntang-Kedungjati kembali aktif pada 2015. Tahun ini Detailed Engineering Design (DED) jembatan, stasiun, fasilitas operasi sedang disusun.
Direktur Prasarana Dirjen Perkeretaapian Kemenhub, Arief Heriyanto mengatakan, setelah DED selesai disusun hingga akhir 2013, pekerjaan konstruksi reaktivasi jalur sepanjang 30 kilometer ini akan dimulai 2014. Nantinya jalur ini akan diaktifkan untuk jalur wisata, kereta penumpang, dan kereta barang.
"Kami ingin meningkatkan aksesbilitas masyarakat terhadap layanan transportasi kereta api sekaligus merawat jalur ini. Selain itu untuk mengatasi kepadatan lalu lintas jalan raya, serta meningkatkan pariwisata di Jateng," katanya usai penandatanganan kerja sama antara PT Kereta Api Indonesia, Dirjen Perkeretaapian Kemenhub, serta Pemprov Jateng di Lawang Sewu, Jumat (31/5).
Menurut dia, dalam rangka menghidupkan kembali jalur yang dibangun pada 1871 oleh Belanda, Dirjen Perkeretaapian telah mengeluarkan dana ABPBN 2010 senilai Rp 13,3 miliar untuk merenovasi lima unit jembatan di lintas Kedungjati-Ambarawa, dan mengganti bantalan kayu menjadi bantalan besi lintas Tuntang-Ambarawa.
Reaktivasi jalur Ambarawa-Tuntang-Kedungjati yang sudah tidak beroperasi sejak 1 Juni 1977 ini, diharapkan dapat menghidupkan kembali jalur lainnya yang sudah tidak beroperasi seperti Purwokerto-Wonosobo, Semarang-Demak-Juwana-Rembang.
"Kami membutuhkan dukungan dari semua pihak terutama pemprov, pemkot, pemkab, untuk mengembangkan perkeretaapian nasional yang membutuhkan biaya besar," ujarnya.
Corporate Secretary PT. Kereta Api Indonesia (Persero), Yayat Rustandi mengatakan, reaktivasi jalur ini semata-mata tidak hanya mencari keuntungan bagi perseroannya. Namun dampak positif yang dirasakan adalah memberikan efek bagi geliat perekonomian di wilayah setempat. "Karena itu dalam perjanjian kerja sama ini kami meminta peran Pemprov Jateng untuk meningkatkan aktivitas kegiatan di wilayah tersebut," tuturnya.
Perjanjian kerja sama tiga pihak ini bertujuan untuk merawat dan meneruskan peninggalan Belanda. Saat ini jalur kereta api di seluruh Indonesia yang aktif digunakan untuk operasional hanya 6.000, sementara pada zaman Belanda mencapai 80.000 kilometer.
2015, Jalur KA Tuntang-Kedungjati Diaktifkan
SEMARANG, suaramerdeka.com - Pemerintah menargetkan jalur kereta api Tuntang-Kedungjati kembali aktif pada 2015. Tahun ini Detailed Engineering Design (DED) jembatan, stasiun, fasilitas operasi sedang disusun.
Direktur Prasarana Dirjen Perkeretaapian Kemenhub, Arief Heriyanto mengatakan, setelah DED selesai disusun hingga akhir 2013, pekerjaan konstruksi reaktivasi jalur sepanjang 30 kilometer ini akan dimulai 2014. Nantinya jalur ini akan diaktifkan untuk jalur wisata, kereta penumpang, dan kereta barang.
"Kami ingin meningkatkan aksesbilitas masyarakat terhadap layanan transportasi kereta api sekaligus merawat jalur ini. Selain itu untuk mengatasi kepadatan lalu lintas jalan raya, serta meningkatkan pariwisata di Jateng," katanya usai penandatanganan kerja sama antara PT Kereta Api Indonesia, Dirjen Perkeretaapian Kemenhub, serta Pemprov Jateng di Lawang Sewu, Jumat (31/5).
Menurut dia, dalam rangka menghidupkan kembali jalur yang dibangun pada 1871 oleh Belanda, Dirjen Perkeretaapian telah mengeluarkan dana ABPBN 2010 senilai Rp 13,3 miliar untuk merenovasi lima unit jembatan di lintas Kedungjati-Ambarawa, dan mengganti bantalan kayu menjadi bantalan besi lintas Tuntang-Ambarawa.
Reaktivasi jalur Ambarawa-Tuntang-Kedungjati yang sudah tidak beroperasi sejak 1 Juni 1977 ini, diharapkan dapat menghidupkan kembali jalur lainnya yang sudah tidak beroperasi seperti Purwokerto-Wonosobo, Semarang-Demak-Juwana-Rembang.
"Kami membutuhkan dukungan dari semua pihak terutama pemprov, pemkot, pemkab, untuk mengembangkan perkeretaapian nasional yang membutuhkan biaya besar," ujarnya.
Corporate Secretary PT. Kereta Api Indonesia (Persero), Yayat Rustandi mengatakan, reaktivasi jalur ini semata-mata tidak hanya mencari keuntungan bagi perseroannya. Namun dampak positif yang dirasakan adalah memberikan efek bagi geliat perekonomian di wilayah setempat. "Karena itu dalam perjanjian kerja sama ini kami meminta peran Pemprov Jateng untuk meningkatkan aktivitas kegiatan di wilayah tersebut," tuturnya.
Perjanjian kerja sama tiga pihak ini bertujuan untuk merawat dan meneruskan peninggalan Belanda. Saat ini jalur kereta api di seluruh Indonesia yang aktif digunakan untuk operasional hanya 6.000, sementara pada zaman Belanda mencapai 80.000 kilometer.
RF bambangwitjak, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Nov 2010.
