02-03-2009, 01:33 PM
he..he..kalau saya mah tetep.
pengamen bagus atau gak bagus tetep mengganggu ...karena seharusnya penumpang ekonomi juga berhak dapat pelayanan transportasi publik yang layak.
kalau ada yang bilang
saya tidak setuju karena ini tidak menghargai dan tidak belajar untuk membantu membangun transportasi publik yang memadai bagi semua.
kalau alasannya
Kalau negara tetangga seperti Malaysia yang sama-sama berras Melayu pun bisa berlaku tertib dan "maju" dalam transportasi publik maka masak ga bisa sih bangsa Indonesia bersikap sama.Sama-sama menghargai dan menciptakan transportasi yang layak bagi publik.
Menurut saya apa yang terjadi saat ini dengan banyaknya pengamen,penyemprot pengharum ruangan,penyapu lantai,pedagang asongan (dari rokok sampai bir kalengan dan botolan) dan yang lain-lainnya itu adalah hasil dari ketidakpedulian masyarakat sebagai pihak yang menggunakan transportasi publik itu sendiri dan Pemerintah sebagai regulator yang tidak bisa (baca:tidak mau) bertindak tegas dalam menegakkan aturan.
Jadi yang terjadi di Kereta Ekonomi Indonesia saat ini adalah "KE-SALAHKAPRAH-AN YANG DIBIARKAN DAN DITOLERIR SEHINGGA MENJADI TERBIASA DAN TAMPAK BAIK-BAIK SAJA padahal sejatinya adalah PERAMPOKAN TERHADAP HAK PUBLIK UNTUK MENDAPATKAN PELAYANAN TRANSPORTASI YANG AMAN,NYAMAN dan BISA DIANDALKAN"
thats just my 2 cents.
pengamen bagus atau gak bagus tetep mengganggu ...karena seharusnya penumpang ekonomi juga berhak dapat pelayanan transportasi publik yang layak.
kalau ada yang bilang
Quote:"kalau mau enak ya jangan naik ekonomi.kalau mau naik ekonomi ya harus mau terima apa adanya"kok malah kayak arogan dan bermental "birokrat khas Indonesia" yang kurang menghargai pelayanan yang baik terhadap publik.
saya tidak setuju karena ini tidak menghargai dan tidak belajar untuk membantu membangun transportasi publik yang memadai bagi semua.
kalau alasannya
Quote:"kasihan pengamen,mereka kan butuh makan juga".Saya pikir itu tidak bisa dijadikan alasan juga.Kalau pembenaran "cari makan" itu dipakai,maka copet juga butuh makan jadi boleh-boleh saja beroperasi di kereta?nah loh?gak bener juga kan?
Kalau negara tetangga seperti Malaysia yang sama-sama berras Melayu pun bisa berlaku tertib dan "maju" dalam transportasi publik maka masak ga bisa sih bangsa Indonesia bersikap sama.Sama-sama menghargai dan menciptakan transportasi yang layak bagi publik.
Menurut saya apa yang terjadi saat ini dengan banyaknya pengamen,penyemprot pengharum ruangan,penyapu lantai,pedagang asongan (dari rokok sampai bir kalengan dan botolan) dan yang lain-lainnya itu adalah hasil dari ketidakpedulian masyarakat sebagai pihak yang menggunakan transportasi publik itu sendiri dan Pemerintah sebagai regulator yang tidak bisa (baca:tidak mau) bertindak tegas dalam menegakkan aturan.
Jadi yang terjadi di Kereta Ekonomi Indonesia saat ini adalah "KE-SALAHKAPRAH-AN YANG DIBIARKAN DAN DITOLERIR SEHINGGA MENJADI TERBIASA DAN TAMPAK BAIK-BAIK SAJA padahal sejatinya adalah PERAMPOKAN TERHADAP HAK PUBLIK UNTUK MENDAPATKAN PELAYANAN TRANSPORTASI YANG AMAN,NYAMAN dan BISA DIANDALKAN"
thats just my 2 cents.
####My online hours : Saturday PM - Sunday AM/PM####
