16-04-2013, 06:00 PM
(16-04-2013, 03:48 PM)Toentang Wrote: Soal AC, gerbong/kereta yang dipasang AC Split kan desainnya dasarnya bukan gerbong AC, jika dipaksa dipasang AC pasti gak maksimal. Jendela yang masih bisa dibuka, desain pintu, dll yang bisa mengurangi keefektifan pendinginan dan umur dari unit AC itu sendiri. Inilah yang saya maksud PT Sepur maksa ACnisasi demi kenaikan/ganti tarif. Lagi-lagi konsumen jadi korban. Banyak konsumen yang lebih mengharapkan KA yang aman dan tepat waktu.Saya mah ngga peduli mau awet atau kagak itu AC. Itu mah urusan PT Sepur, yg beli mereka, yg merawat juga mereka, dan kalau rusak mah juga urusan mereka. Kita ngga perlu mikir begituan. Kalau naik, terus ngrasa AC panas dsb kan tinggal komplain aja ke PT Sepur.
Soal perbandingan tarif, atas dasar apa "tarif 110 tahun sekarang ya nilainya hampir sama saat tarif 45rb saat tahun 2002"? Hitung-hitungannya bisa seperti itu apakah ada dasar dari data-data fakta pendukung yang resmi (misal data dari BPS)?
Kalau perhitungan nilai uang mah pake rumus yg dikasih sama ibu guru ekonomi waktu SMA dulu, saat pelajaran inflasi. Cobalah om Toentang tanya yg ahli ekonomi macam om Arwah. Kalau ngga tanya mbah google deh. Kalau data BPS yg dipake itu data inflasi tahunan dari tahun 2002-2012.
(16-04-2013, 03:48 PM)Toentang Wrote: Di postingan saya sebelumnya saya tulis (berdasar dari website resmi Dephub) bahwa dana PSO tahun 2012 tidak terserap semuanya oleh PT Sepur.
http://www.dephub.go.id/read/berita/56873
Bahkan masih ada jatah belasan juta tempat duduk yang harusnya disubsidi jadi hangus. Nah, gimana neh? Pemerintah sudah kasih pagu/jatah, eh gak semuanya digunakan PT Sepur untuk mensubsidi konsumen. Lagi-lagi konsumen dirugikan. Saya gak pro pemerintah, tapi dalam hal ini PT Sepur dipertanyakan.
Saya tambahin sumber beritanya ya, Kalau yang ini dari humas PT. Kereta Api Indonesia (Persero)
Realisasi Subsidi terkendala Gapeka
Tuh alasannya hampir2 mirip gitu. Kalau ada KA Ekonomi batal, tentu tentu jatah kursi ngga akan berkurang, sehingga dana PSO ngga akan cair. Lalu kenapa sisa dana ngga dialihkan ke yg lain? Ya ngga bisa seenaknya sendiri toh yo. Kan antara pemerintah dengan PT Sepur diikat dengan yg namanya kontrak kerja. Jadi ngga bisa seenaknya mengalihkan sisa PSO untuk dipake sama keperluan yg lain. Lalu kenapa kontrak PSO ngga diupdate tahun 2012? Jawabannya hanya PT Sepur dan Pemerintah. Selama ini kan dana perkeretaapian dari pemerintah ngga ada yg transparan.
(16-04-2013, 03:48 PM)Toentang Wrote: Saya setuju dengan opini anda seperti yang di-bold. Cuma sebagian besar konsumen tidak mengerti bahwa PT Sepur hanya operator, pemerintahlah yang mengatur (regulator). Makanya banyak demo yang ditujukan kepada PT Sepur, bukan ke pemerintah. Seperti yang terjadi di Bekasi, Jogja, dan beberapa wilayah lain. Walaupun demo ini sebenarnya "salah alamat" tapi -menariknya- hasilnya ternyata efektif. Banyak kebijakan yang diubah karena demo ini. Jika harus seluruh lapisan masyarakat+media bersatu bersama PT. Kereta Api Indonesia (Persero) demo gede-gedean di Senayan tentunya akan butuh waktu lama untuk merealisasikan demo "yang tepat" seperti ini daripada demo yang "salah alamat" yang sudah terealisasi dan hasilnya jelas efektif.
Dengan adanya demo-demo belakangan ini, maka diharapkan ke depannya masyarakat luas akan banyak mengerti tentang kondisi perkeretaapian serta kedudukan antara PT Sepur dan Pemerintah, sehingga jika ada demo lagi sudah pada "alamat yang tepat."
Demo itu ngga pernah ada yg efektif. Demo di Bekasi cuma membuat Pemerintah berkata "ditunda" bukannya berkata "KRL ekonomi tetap ada". Selain itu, ada warga di Daop VIII yg protes kereta api ngga berhenti lagi di stasiun kecil, namun kenyataannya KA Lokal Daop VIII tetap ls di stasiun kecil. Terus ada lagi demo pedagang asongan yg menahan KA Pasundan di Daop VII, hasilnya pedagang asongan tetap ngga boleh jualan di atas KA. Terus demo di PSE&LPN hasilnya apa? Apakah jadwal KA Ekonomi balik lagi ke jadwal gapeka 2011? Enggak kan. Apakah tiket K3 hot tetap ada? Bentar lagi malah pada hilang itu K3 hot. Ya seandainya pendemo itu demo ke Kemenhub, semoga aja hasilnya lebih efektif.
Terima kasih telah mengantarkanku ke tempat tujuan dengan cepat, aman, tepat dan murah
facebook: Adhie | Twitter: @adh1e_
facebook: Adhie | Twitter: @adh1e_


