16-04-2013, 08:23 AM
(16-04-2013, 07:44 AM)Toentang Wrote: Koq rancu? Maksud saya bilang PT Sepur arogan dan gak care karena konsumen jadi korban akal-akalan PT Sepur. Misalnya AC Split di KA Ekonomi itu kan maksa karena bukan peruntukannya, coba itu penggunaan AC Split di KA, apakah sudah ada semacam sertifikasi kelaikan? Itu dilakukan hanya demi ganti status non subsidi sehingga harga bisa diganti (naik) dan akhirnya konsumen-lah yang menanggungnya. Karena PT Sepur gak mau repot ngurus IMO/PSO, penumpang yang jadi korban suruh nanggung.Ya jelas rancu, situ kan bilang konsumen/masyarakat. Kan ngga semua masyarakat jadi pengguna KA.
Kalau masalah AC, yg dipake kan AC split yg dipake di rumah2 kan. Tentu barang2 tsb sudah diuji kelaikannya kan? Barang2 tsb bukan barang ilegal juga kan? Lalu apa bedanya kalau dipasang di Kereta dan di Rumah. Kan sama-sama ruangan tertutup gitu. Kalau kurang estetikanya sich emang iya.
Kang Toentang, sepur Ekonomi spt Brantas cs kan sudah enggak jadi KA Komersil lagi, sudah dapet PSO lagi. Tarifnya sudah flat tapi harganya naik 250%. Tarif 110rb tahun sekarang ya nilainya hampir sama saat tarif 45rb saat tahun 2002.
Masih terlalu mahal? Coba deh pertimbangkan postingan om ferial
(15-04-2013, 10:13 PM)ferial Wrote: saya barusan ubek2 cari alokasi APBN 2013. dan akhirnya ketemu di http://www.anggaran.depkeu.go.id/Content...202013.pdf .
dari laman tersebut terungkap bahwa ada juga alokasi untuk kereta api meskipun masih dibagi2 dengan proyek lain.
dan yg bikin saya tercengang adalah subsidi energi (baca:BBM, lebih jelasREMIUM) adalah sebesar 193,8 T alias 193.800 M. Jika dibanding dengan PSO tahun ini yg katakanlah 700 M, maka subsidi murni buat sepur tercinta adalah sebesar 0,3%.
cm bs ngelus dodo sambil menggumam, "Duh Gusti, paringono sabar"
(16-04-2013, 07:44 AM)Toentang Wrote: Lho PT Sepur "ngoyak-oyak" IMO/PSO ke pemerintah ya wajar dunk, itu kan haknya dia. PT Sepur pasti sadar angkutan massal yang banyak manfaatnya itu sangat bergantung pada IMO/PSO. Kalo memang PT Sepur gak mau ribet ngurus birokrasi ya jangan konsumen jadi korbannya suruh nanggung lewat harga tiket.
Lagi lagi balik ke postingan om feri, disitu ada anggaran IMO kagak? Mau PT. Kereta Api Indonesia (Persero) nangis sampai berdarah2 kalau ngga ada alokasinya pasti ngga bakalan dikasih. PSO emang sudah turun, tapi ngga banyak kan? Pemerintah lebih pula mensubsidi Premium daripada KA, begitu pula anggota dewan yg katanya wakil rakyat, ternyata tega juga menyunat anggaran untuk PSO. Kalau mau dialokasikan lebih banyak ke PSO, jangan cuma PT. Kereta Api Indonesia (Persero) aja yg nuntut, seluruh lapisan masyarakat+media juga harus bersatu bersama PT. Kereta Api Indonesia (Persero) demo gede-gedean di Senayan.
Terima kasih telah mengantarkanku ke tempat tujuan dengan cepat, aman, tepat dan murah
facebook: Adhie | Twitter: @adh1e_
facebook: Adhie | Twitter: @adh1e_


REMIUM) adalah sebesar 193,8 T alias 193.800 M. Jika dibanding dengan PSO tahun ini yg katakanlah 700 M, maka subsidi murni buat sepur tercinta adalah sebesar 0,3%.