13-04-2013, 11:05 PM
(13-04-2013, 09:18 PM)zmidth Wrote:(13-04-2013, 08:29 PM)Toentang Wrote: Kata-kata "Silakan cari moda transportasi lain" yang sering dipakai, merupakan cerminan sikap arogan/acuh tak acuh/cuek/tidak pehatian/"leleh luweh"/tidak "care" terhadap konsumen (masyarakat).Sabarlah bang, jangan pake esmosi gitu...Perusahaan KA harusnya tidak hanya mikir untung saja, karena angkutan massal (KA) yang berharga murah/terjangkau memiliki "multiplier effect" seperti mengurangi penggunaan kendaraan pribadi (motor/mobil) yang dapat mengurangi konsumsi BBM bersubsidi dan mengurangi biaya pemeliharaan jalan raya sehingga akhirnya menghemat pengeluaran negara (APBN). Di samping itu juga mengurangi angka kecelakaan di jalan raya (mengurangi kerugian jiwa dan materi). Banyak sekali penghematan yang dapat dilakukan jika memaksimalkan penggunaan angkutan massal.
PT. Kereta Api Indonesia (Persero) ngga care sama konsumen(masyarakat)? Ini rancu bank. Konsumen PT. Kereta Api Indonesia (Persero) kan penumpang Kereta. Kalau PT Sepur ngga care sama calon penumpang di stasiun seperti keamanan dan kebersihan stasiun atau didalam rangkaian lha itu baru kebangetan. Kan situ penumpang bisa komplain ke Customer Service. Kalau diluar itu, kan bukan urusan PT Sepur lagi.
Mengurangi kendaraan pribadi, konsumsi BBM subsidi, kecelakaan di jalan raya dan menghemat APBN kan bukan urusan PT Sepur. Itu semua kan tanggung jawab Pemerintah. Nah kalau Pemerintah dan DPR maunya menghemat APBN dengan meniadakan anggaran untuk perawatan prasarana perkeretaapian/IMO gimana?
(13-04-2013, 08:29 PM)Toentang Wrote: Angkutan massal yang dapat mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dapat dilaksanakan jika aman, nyaman, murah. Penggunaan motor yang semakin "menggila" karena memang murah, dengan bensin 10.000 rupiah bisa untuk perjalanan +/- 100km (2-3 jam perjalanan). Jika tiket KA bisa sama atau bahkan lebih murah daripada biaya perjalanan dengan motor, maka akan banyak yang beralih menggunaakan KA sebagai angkutan massal sehingga banyak penghematan seperti di atas.Saya juga maunya seperti itu om. Saya lihat video di Youtube, saat jam sibuk di Jepang sono, yg banyak melintas itu KRL sama trem. Beda dengan di sini, yg paling banyak melintas itu sepeda motor.
Tapi sayang seribu sayang, keadaanlah yg membuat itu semua hanya menjadi mimpi.
(13-04-2013, 08:29 PM)Toentang Wrote: Hal inilah yang sebaiknya dipikirkan petinggi KA. Walaupun hanya sebagai operator sebaiknya juga memikirkan manfaat angkutan massal, (ngingetin/ngoyak2 pemerintah tentang manfaat KA). Tapi alih alih bilang manfaat ke pemerintah, mereka justru males ngurus PSO, IMO, dll ke pemerintah. Mereka males "ribut" dengan pemerintah soal PSO tapi akibatnya masyarakat yang jadi korban. Mungkin sekarang petinggi KA terbawa "politik pencitraan". Mereka bilang "Nih, sekarang KAI jadi BUMN yang untung, pakai teknologi canggih, dapat banyak pujian." Bah!Lha mau gimana lagi, kalau sudah menyangkut anggaran negara ya birokrasinya lebih ribet. Kang Toentang, lihat sendiri kan kalau PSO sudah turun. Besarnya ngga nyampe 1trilliun kan, bandingkan dengan subsidi BBM yg nyampe ratusan trilliun, jumlah segitu aja sudah disunat sama anggota Dewan. Seandainya dan lagi-lagi seandainya dibalik, yg dapet ratusan trilliun itu PT Sepur pastinya tarif KA bisa gratis itu. #masihMimpi
Kalau pake teknologi tinggi, itu sich menurut saya sudah jadi kewajiban. Sekian puluh tahun perkeretaapian kita stagnan, baru kali ini melakukan gebrakan dengan berbagai kebijakan yg cukup ekstrim. Yang namanya perubahan itu membawa berbagai resiko, dan PT Sepur kayaknya sudah cukup siap menanggung segala resiko yg akan dihadapi.
Suka deh ngebaca komentarnya Bang Zmidth ini, tenang, adem, bikin tentrem di ati. Kya kya kyaaa
#salahfokus
Kalau tentang PT. Sepur diminta ngoyak-oyak pemerintah, hmm, rasanya ganjil menurut saya. PT. Sepur ini "cuma" BUMN. BUMN nya pun yang takdir dan naluri nya cari untung, bukan BUMN dengan basis pelayanan masyarakat. Jadi ya kayaknya kurang ada di jalurnya gitu kalo mau "menceramahi" pemerintah secara langsung. Tapi saya "gemes" juga ngeliat PT. Sepur belakangan ini, berhasil membuat pemerintah pada kebakaran jenggot gitu.
Seperti alunan detak jantungku,
tak bertahan, melawan waktu
dan semua keindahan, yang memudar
atau cinta, yang tlah hilang
==========
My latest TR: here Tawang Alun, 30 Juni 2013
tak bertahan, melawan waktu
dan semua keindahan, yang memudar
atau cinta, yang tlah hilang
==========
My latest TR: here Tawang Alun, 30 Juni 2013


Perusahaan KA harusnya tidak hanya mikir untung saja, karena angkutan massal (KA) yang berharga murah/terjangkau memiliki "multiplier effect" seperti mengurangi penggunaan kendaraan pribadi (motor/mobil) yang dapat mengurangi konsumsi BBM bersubsidi dan mengurangi biaya pemeliharaan jalan raya sehingga akhirnya menghemat pengeluaran negara (APBN). Di samping itu juga mengurangi angka kecelakaan di jalan raya (mengurangi kerugian jiwa dan materi). Banyak sekali penghematan yang dapat dilakukan jika memaksimalkan penggunaan angkutan massal.