28-08-2008, 02:32 PM
Jawa Pos/Radar Malang Wrote:Menhub Sidak Kota Baru dan Lanud
MALANG - Seringnya kejadian kereta anjlok dan kecelakaan kereta api menjadi perhatian serius Menteri Perhubungan (Menhub) Jusman Syafei Jamal. Kemarin, secara maraton, Jusman melakukan inspeksi mendadak (sidak) kesiapan jalur KA dengan rute Bandung-Solo-Madiun-Malang.
Menumpang KA inspeksi dengan nomor lokomotif CC 20318, Menhub dengan rombongan masuk Stasiun Kota Baru Malang tepat pukul 17.00. Selanjutnya, Jusman meneruskan sidak ke Lanud Abdulrahman Saleh, Stasiun KA Singosari, dan melanjutkan perjalanan ke Surabaya.
Di sela-sela keberangkatan ke Lanud Abdulrahman Saleh, Jusman mengungkapkan hasil koordinasi dengan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) (Kereta Api Indonesia) soal kesiapan pengamanan dan infrastruktur menjelang Lebaran. Termasuk melihat langsung kesiapan gerbong dan loko di pabrik KA Madiun serta kepastian penyerahan kereta komuter sebelum Lebaran. "Sejauh ini kesiapan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) sangat cukup," ujarnya.
Selain itu, belum lama ini seluruh masinis mendapatkan pelatihan tentang keselamatan transportasi. PT. Kereta Api Indonesia (Persero) juga menambah personel JPJ (juru penilik jalan ) ekstra sampai tiga kali lipat. Jika sebelumnya JPJ hanya 200 personel, kini meningkat jadi 600 personel. JPJ ekstra tersebut fokus menangani operasional jalur KA di wilayah Jabotabek. "Mereka yang bertanggung jawab memelihara kondisi rel," kata Jusman.
Untuk menjaga keamanan perjalanan penumpang, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) siap mengandangkan 30 lokomotif kecil yang tak layak lagi. Biasanya, loko kecil itu mampu mengangkut 14 gerbong. Sebagai gantinya, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) hanya akan mengoperasikan loko besar dengan daya angkut 18 gerbong. "Ini khusus Lebaran agar mudik aman," ucapnya.
Lebih lanjut, Jusman menegaskan, kesiapan transportasi jelang Lebaran tak hanya dilakukan PT. Kereta Api Indonesia (Persero). Semua jenis transportasi, baik udara, darat, maupun laut, juga melakukan langkah-langkah persiapan.
Di lokasi yang sama, Kepala Daerah Operasi (Kadaop) VIII Mulianta Sinulingga menuturkan, untuk daop 8, pihaknya menyiapkan tambahan JPJ ekstra 120 orang. Data awal sebelum penambahan adalah 380 personel. Dengan begitu, menyambut Lebaran, genap 500 personel JPJ ekstra siap mengontrol kawasan-kawasan rel KA rawan pencurian dan bencana. "Kawasan rawan menjadi perhatian ekstra PT. Kereta Api Indonesia (Persero). Jangan sampai hal-hal seperti ini menimbulkan kecelakaan," ujar dia.
Untuk Malang Raya, daerah-daerah rawan itu di antaranya terowongan Sumberpucung, kawasan Wonokerto (Bantur) yang masuk kawasan rawan longsor, dan rute sepanjang Perhutani Malang Selatan. Selain itu, demi kelancaran arus mudik dan balik, daop 8 bakal menambah tiga rangkaian kereta. Masing-masing KA Gajayana, KA Pasundan, dan KA Kertajaya. "Kesiapan ini cukup untuk meng-cover Lebaran," kata Mulianta.
Direktur Umum (Dirut) PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Ronny Wahyudi menambahkan, kesiapan lain PT. Kereta Api Indonesia (Persero) adalah merehabilitasi KA komersial dan memperbaiki KA ekonomi yang tak layak lagi. Dengan begitu, KA-KA ekonomi bisa dimanfaatkan lebih maksimal. Saat ini, ada sekitar 1.200 KA siap operasi untuk meng-cover Lebaran. "Kenaikan BBM dan elpiji praktis akan menggiring masyarakat ke KA ekonomi. Inilah yang kami siapkan sejak dini," ungkapnya. (nen/yn)
Baru tau pas baca koran... :|


![[Image: 4465346396_1def117691_o.jpg]](http://farm3.static.flickr.com/2505/4465346396_1def117691_o.jpg)