Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Kereta Api tidak "merakyat" lagi......
#1
Operator KA di Indonesia yaitu PT. Kereta Api Indonesia (Persero) sekarang memang lebih tertib, diantaranya pemesanan tiket KA lebih mudah, penumpang KA jarak jauh semua kelas dijamin mendapat tempat duduk dan suasana di stasiun KA lebih nyaman, dengan penertiban calon penumpang dan pedagang.

Tetapi mungkin demi mengejar keuntungan karena sudah menjadi Perusahaan Perseroan (PT) yang dituntut untuk menghasilkan profit, banyak hal yang menjadikan kesan kereta api sekarang berbeda dengan dulu.

Dahulu KA terkesan lebih merakyat, identik dengan transportasi murah meriah tapi relatif cepat dan aman. Adanya KA feeder dengan tiket yang super murah dan berhenti hampir di tiap stasiun, maupun tiket ekonomi dan bisnis yang masih tergolong sangat terjangkau. Selain itu adanya para pedagang makanan yang khas tentu dengan harga yang murah pula, sebut saja pecel madiun, pecel gambringan atau pecel kroya.
Dulu dengan uang 6000 rupiah, sudah bisa menempuh perjalanan dari Semarang menuju Cepu dengan bonus keakraban dengan para penumpang yang sama-sama duduk lesehan. Ditambah lagi bisa makan pecel yang murah dan kenyang sekaligus nikmat. Atau feeder Wonogiri yang dengan tiga lembar uang seribu sudah bisa menempuh perjalanan dari Solo ke Wonogiri. Jika dengan moda transportasi yang lain, mustahil dengan harga segitu.

Dengan adanya peraturan baru yang menghilangkan semua KA feeder maupun KA lokal yang dianggap kurang menguntungkan, kesan kereta api yang bersahabat dengan rakyat biasa semakin memudar. Apalagi jika peraturan pedagang yang tidak boleh masuk stasiun benar-benar dilaksanakan, maka semakin hilanglah kesan kereta api yang merakyat. Adanya KA ekonomi AC yang dengan alasan lebih manusiawi adalah alasan untuk menaikkan tiket ekonomi.

Dengan menjadi Perusahaan Perseroan (PT) yang dituntut untuk menghasilkan profit, akan beda saat masih menjadi perusahaan jawatan (PJKA) atau Perusahaan Umum (Perumka). Kedua bentuk badan usaha tsb lebih cenderung mengutamakan pelayanan daripada mengejar keuntungan.

Hal yang sebenarnya lebih menjadi perhatian operator KA adalah faktor keamanan, baik keamanan perjalanan KA maupun keamanan penumpang KA itu sendiri. Tingginya angka pencurian dan kehilangan barang di KA, pelemparan batu yang mengenai penumpang dan kru KA serta masalah-masalah keamanan lain harusnya menjadi fokus utama operator KA.
Dreaming of TTG-KEJ track (re)activation ---> My dreams will come true!
Reply


Messages In This Thread
Kereta Api tidak "merakyat" lagi...... - by Toentang - 04-03-2013, 08:46 PM
RE: Kereta Api tidak - by Yogi Abdi Nugroho - 30-10-2013, 05:14 AM
RE: Joy Ride Pangrango (lagi) - by zae abjal - 29-01-2014, 05:55 PM
JR Pangrango - by zae abjal - 11-02-2014, 01:06 AM
JR Pangrango - by zae abjal - 01-03-2014, 12:04 AM
JR Pangrango - by zae abjal - 06-03-2014, 04:26 AM

Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)