[/quote]
Bentar2 mengikuti TRnya om dozykayen koq ada sedikit aneh ya?
Bukannya uda makan di LPN ya makan nasi campur yang anget, koq sampe Klaten uda makan lagi?
apa emang lapar banget ya?
Ah udahlah, jadi pengen naek Sri tanjung, dan ga nyangka tanggal 21 itu kan rame2nya orang pengen liburan dan masuknya uda hari jumat lho, tapi hebat juga kalo masih bisa beli di hari H....
[/quote]
Iy om, sebelumnya saya 'ambruk', skit panas. Mungkin recovery tenaga juga kale ya....
Oke, dilanjut lagi yaa....
Setelah sampai Madiun, saya dan om langsung menuju pintu keluar. Kami juga melihat loko BB 301 25 yang berada di jalur 1. Sayapun langsung mengeluarkan kamera hp dan potret sana-sini. Setelah itu, saya dan o menuju loket stassiun untuk membeli tiket pulang. Awalnya, kami berencana untuk membeli tiket Moleks eko ac. Tapi, setelah tanya harga tiket, tarifnya 160 rb untuk MN-YK. Hah? Mahal sekali!!! Akhirnya, kami berdua sepakat untuk membeli tiket Manja Ac 7025A MN-YK. Cukup 50k saja per orang. Setelah itu, kami masuk ke Stasiun lagi. Kami masih melihat 136 stop di jalur 2 karena harus menaruh P 0 67 01 yang dibawa dari YK tadi di jalur 4. Setelah potret-potret sebentar,, kami masuk ke salah satu warung Pecel Madiun. Saya mengambil 1 porsi nasi dengan lauk empal dan ayam goreng. Sementara om saya hanya dengan empal. Total makan kami ber2 adalah 33k, sudah termasuk "pajak pelayanan" dan "Ppn" berupa 2 es teh dan 5 kerupuk. Setelah itu, kami keluar stasiu dan berjalan-jalan di kota. Foto di lok uap, dll.
Tak lupa, kami berjalan ke arah timur untuk mencari celah di pabrik INKA. Dan akhirnya kami temukan celah dan kami temukan juga 2 lok CC 300 yang sedang makan angin. Saat kembali ke stasiun, kami mendengar suara dari P 0 67 01 tadi. Ternyata, mesin pembangkit memang sedang dites, kata salah satu pegawai PT. Kereta Api Indonesia (Persero). Sambil menunggu waktu berangkat, kami berjalan-jalan ke jalur lain dan naik ke gerbong-gerbong ekonomi yang akan menjalani program ac-nisasi. Ada yang sudah dipasang kabelnya, ada juga yang belum. Setelah itu, kami berjalan kembali ke dalam stasiun.
Pukul 12.25, Logawa PWT-JR masuk jalur 2. dia juga bawa 1 K3ac, yaitu K3 0 06 15. Setelah Logawa berangkat kembali, kami berjalan ke Dipo Kereta Madiun. Kami banyak melihat kereta-kereta di sini. Ada KMP3 Nutrisari tanpa roda yang sedang direparasi, K3 biasa yang menunggu proses ac-nisasi, dan 1 K1 0 67 13 yang habis PB. Kamipun masuk ke semua kereta itu, kecuali KMP3. kami juga masuk ke K1. Interiornya cukup bagus. TV besar, running text, dll. Tapi, kenapa colokan listrik hanya 1 tiap tempat duduk
. Saya akan kembali setelah pesan pesan berikut ini.
*bersambung*
Bentar2 mengikuti TRnya om dozykayen koq ada sedikit aneh ya?

Bukannya uda makan di LPN ya makan nasi campur yang anget, koq sampe Klaten uda makan lagi?
apa emang lapar banget ya?

Ah udahlah, jadi pengen naek Sri tanjung, dan ga nyangka tanggal 21 itu kan rame2nya orang pengen liburan dan masuknya uda hari jumat lho, tapi hebat juga kalo masih bisa beli di hari H....

[/quote]
Iy om, sebelumnya saya 'ambruk', skit panas. Mungkin recovery tenaga juga kale ya....

Oke, dilanjut lagi yaa....
Setelah sampai Madiun, saya dan om langsung menuju pintu keluar. Kami juga melihat loko BB 301 25 yang berada di jalur 1. Sayapun langsung mengeluarkan kamera hp dan potret sana-sini. Setelah itu, saya dan o menuju loket stassiun untuk membeli tiket pulang. Awalnya, kami berencana untuk membeli tiket Moleks eko ac. Tapi, setelah tanya harga tiket, tarifnya 160 rb untuk MN-YK. Hah? Mahal sekali!!! Akhirnya, kami berdua sepakat untuk membeli tiket Manja Ac 7025A MN-YK. Cukup 50k saja per orang. Setelah itu, kami masuk ke Stasiun lagi. Kami masih melihat 136 stop di jalur 2 karena harus menaruh P 0 67 01 yang dibawa dari YK tadi di jalur 4. Setelah potret-potret sebentar,, kami masuk ke salah satu warung Pecel Madiun. Saya mengambil 1 porsi nasi dengan lauk empal dan ayam goreng. Sementara om saya hanya dengan empal. Total makan kami ber2 adalah 33k, sudah termasuk "pajak pelayanan" dan "Ppn" berupa 2 es teh dan 5 kerupuk. Setelah itu, kami keluar stasiu dan berjalan-jalan di kota. Foto di lok uap, dll.
Tak lupa, kami berjalan ke arah timur untuk mencari celah di pabrik INKA. Dan akhirnya kami temukan celah dan kami temukan juga 2 lok CC 300 yang sedang makan angin. Saat kembali ke stasiun, kami mendengar suara dari P 0 67 01 tadi. Ternyata, mesin pembangkit memang sedang dites, kata salah satu pegawai PT. Kereta Api Indonesia (Persero). Sambil menunggu waktu berangkat, kami berjalan-jalan ke jalur lain dan naik ke gerbong-gerbong ekonomi yang akan menjalani program ac-nisasi. Ada yang sudah dipasang kabelnya, ada juga yang belum. Setelah itu, kami berjalan kembali ke dalam stasiun.
Pukul 12.25, Logawa PWT-JR masuk jalur 2. dia juga bawa 1 K3ac, yaitu K3 0 06 15. Setelah Logawa berangkat kembali, kami berjalan ke Dipo Kereta Madiun. Kami banyak melihat kereta-kereta di sini. Ada KMP3 Nutrisari tanpa roda yang sedang direparasi, K3 biasa yang menunggu proses ac-nisasi, dan 1 K1 0 67 13 yang habis PB. Kamipun masuk ke semua kereta itu, kecuali KMP3. kami juga masuk ke K1. Interiornya cukup bagus. TV besar, running text, dll. Tapi, kenapa colokan listrik hanya 1 tiap tempat duduk
. Saya akan kembali setelah pesan pesan berikut ini.*bersambung*

