Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
[TR] Serayu Pagi KYA-PSE, 28 Oktober 2012
#34
Markijut, mari kita lanjut...

Jam 14.42 berjalan langsung di Stasiun Maswati.
[spoiler]
[Image: 131_Maswati.jpg][/spoiler]
[spoiler]
[Image: 132_Maswati.jpg][/spoiler]

Pemandangan selepas Sta Maswati.
[spoiler]
[Image: 133_Maswati.jpg][/spoiler]
[spoiler]
[Image: 134_Maswati.jpg][/spoiler]

Sekitar jam 3 sore, berjalan langsung di Stasiun Cikadongdong.
[spoiler]
[Image: 135_Cikadongdong.jpg][/spoiler]
[spoiler]
[Image: 135_Cikadongdong.jpg][/spoiler]

Selepas Cikadongdong, jalurnya meliuk-liuk lagi, dan kereta berjalan dengan kecepatan perlahan, sekitar 30-40 km/jam saja.
[spoiler]
[Image: 137_Plered.jpg][/spoiler]

Jam 15.13, berjalan langsung di Stasiun Plered
[spoiler]
[Image: 138_Plered.jpg][/spoiler]

Setelah melalui jalur menurun dan meliuk-liuk, pukul 15.40 sampailah di Stasiun Purwakarta.
Jalur menantang berakhir sudah...

Plang stasiun, dengan latar belakang jejeran gudang yang sudah rapuh dan reyot. Duh sayang sekali ya, tidak dirawat..
[spoiler]
[Image: 139_1_Purwakarta.jpg][/spoiler]

Kantor Pengawas Sarana dan lori pengawas. Itu berdiri di atas rel nggak sih?
[spoiler]
[Image: 140_Purwakarta.jpg][/spoiler]

Peron stasiun
[spoiler]
[Image: 139_Purwakarta.jpg][/spoiler]

Tidak banyak yang turun, begitu juga yang naik. Kereta berhenti sekitar 5 menit. Saya pikir akan ada silangan karena berhenti agak lama, sudah stand by di pintu ternyata tidak ada... penonton kuciwaaa maning kiye (bahasa Jawa ngapak ini hehe)..

Next, Stasiun Cikampek.

Akhirnya, pukul 4 sore tepat sampai di Stasiun Cikampek. Tiba2 tersirat perasaan sedih karena hanya tinggal 1 jam lagi, perjalanan ini akan berakhir. Langsung terlintas di pikiran, segarnya pagi di Kroya, curamnya jalur Cipendeuy, jembatan-jembatan perkasa di petak Kiaracondong-Purwakarta. Duh langsung jadi sedih...

Jelang stasiun.
[spoiler]
[Image: 142_2_Cikampek.jpg][/spoiler]

Papan nama stasiun
[spoiler]
[Image: 141_Cikampek.jpg][/spoiler]

Ini bekas gerbong ketel ya? Dipakai untuk apa sekarang?
[spoiler]
[Image: 142_1_Cikampek.jpg][/spoiler]

Meninggalkan Cikampek. Perasaan sedih ini makin dalam... lebay, biarin ah hehe...
[spoiler]
[Image: 142_Cikampek.jpg][/spoiler]

Melewati Stasiun Bekasi, cukup banyak yang turun di sini. Karena ramai penumpang turun, saya tidak sempat foto-foto. Setelah kereta kembali berjalan, sayapun berjalan ke gerbong saya, K3-3. Loh kok? Iya, sepanjang perjalanan saya di KM3 soalnyaaa.. haha..

Alhamdulillah, tepat jam 5 sore Serayu menapak di Stasiun Pasar Senen.
[spoiler]
[Image: 143_Senen.jpg][/spoiler]
[spoiler]
[Image: 144_Senen.jpg][/spoiler]

Saat Serayu melanjutkan perjalanan ke stasiun akhir Jakarta Kota, saya memandanginya sampai lenyap di belokan. Percaya atau tidak, air mata saya menetes. Ya, setelah sekian lama, baru kali inilah saya berkesempatan menaiki Serayu lagi. Setelah berkeluarga, saya selalu mudik menggunakan Argo Karet. Belum memungkinkan membawa keluarga menggunakan Serayu karena anak-anak masih kecil. Kalau sudah dewasa mungkin akan saya ajak.

Kereta Serayu memang memiliki kesan mendalam, karena 3-4 tahun masa kecil saya, sangat sering naik kereta ini. Turun di Banjar (kampung Ibu) atau turun di Kroya (kampung ayah alm). Buat kawan2 RF yang mengalami hal yang sama pasti tahu rasanya. Saat menulis baris ini, saya sempet terhenti mengetik sebentar.

Saat berjalan keluar, saya mengucap syukur ke hadirat Allah SWT atas karunia keselamat yg dilimpahkanNya. Seraya berdoa semoga bisa segera menaiki kereta ini lagi. Tidak sendiri, mungkin bersama edan sepur lainnya.

Insya Allah terkabul! Tanggal 5-6 Januari 2013, beberapa kawan mengajak joyride sepur ini. BERANGKAAAT...!!

Anyway, berikut beberapa foto suasana di luar Stasiun Senen (saya pulang naek bajay ke rumah di Sumur Batu, Kemayoran).
[spoiler]
[Image: 145_Senen.jpg][/spoiler]
[spoiler]
[Image: 146_Senen.jpg][/spoiler]

Beberapa peristiwa lucu dan menarik yang terjadi di perjalanan ini.

Bablas Lebak Jero
Salah satu "atraksi" Serayu adalah Stasiun Lebak Jero. Stasiun ini kecil, tapi ngetop sekali di kalangan railfan, khususnya railphotographer. Saya sudah ancar2 berdiri di pintu untuk memfoto. Tapi dasar tidak hafal jalur, saya tidak memperhitungkan waktunya. Setelah stand by mulai Stasiun Cibatu dan berdiri lama, kok nggak sampe-sampe ya.. tiba-tiba saya muleess! Saya pikir "Ah, masih jauh kali ni Lebak Jero. "Nyetor" dulu ah.." gitu pikir saya.

Jadilah saya masuk toilet, dan sempet saya foto pula (WARNING: yang lagi makan jangan buka spoiler ini yaa!)
[spoiler]
[Image: Toilet.jpg][/spoiler]

Saya "nongkrong" di toilet cuma sekitar kurang dari 10 menit sepertinya. Setelah selesai, saya keluar dan JREEENG! Kereta sudah melayang di Jembatan Citiis! Alias melayang di atas jalur nagreg baru. Woaaaaa Lebak Jero keliwataaann! Nangis

Sampai sekarang masih dongkol... ada RF yang meledek "Itu belum sah naik Serayu namanya om!". Asem... Curiga Baget

Cerita seru lainnya..

Joyride jadi Joy "Makan Melulu" Ride Laper
Saat menaruh tas di bagasi atas, bangku saya masih kosong. Saya pun turun dan muter2 sekitar stasiun. Saat keberangkatan, di bangku saya sudah ada ibu-ibu dan di sebelahnya ada anak bayi sedang tidur. Waduh, duduk di mana nih? Akhirnya saya duduk di kursi lain yang kosong.

Apesnya, di Maos dan Sidareja, bangku di gerbong ini penuh semua. Saya cek kursi saya, masih tidur juga tuh bayi. Waduuuh duduk di mana nih! Yowes saya ngebordes aja, toh ini tujuan utama naik ekonomi, ehehehe... Tapi kok lama-lama ini kaki pegal juga, saya melongok kursi saya. Ealah masih tidur tuh anak kecilnya. Ibunya sekarang juga ikutan molor heuheu.. mimpi apaaa gua semalam...

Pas pemeriksaan karcis, saya diminta untuk duduk. Saya tunjuk saja kursinya, dengan si bayi dan ibunya yang tertidur lelap. "Kasihan Pak.." kata saya. Kondektur kemudian meminta saya ke KMP3 saja, duduk di sana sambil menunggu. Yang penting jangan ngebordes. "Yah si bapak, saya naik ekonomi kan karena pengen ngebordes.." gerutu saya dalam hati.

Akhirnya saya pergi ke KMP3 dan teryata cukup ramai di sana, dan banyak kru PT. Kereta Api Indonesia (Persero) duduk di situ. Saya pesan teh manis. Ternyata oh ternyata, tempat ini bagus juga untuk hunting dan bikin catatan, daripada gak bisa ngebordes di sini lebih bagus. Saya putuskan untuk duduk di sini. Lama kelamaan karena teh manis habis, saya pesan mie instan plus air mineral botol (jgn sebut merk, hehe..).

1-2 jam saya di situ, mie dan air mineral sudah habis. Saya tetap saja duduk sampai ditegur kru Reska. "Maaf Pak, kalau sudah selesai makan silakan kembali ke tempat duduk." Saya jelaskan aja kondisinya, kursi saya ditempati orang lain dan saya kasihan. Kata kru Reska nya "Pesan makanan lagi aja pak, biar gak diliatin orang.." Nah loooh, pesan apalagi yaaa?? Udah kenyang makan mi instan..

Akhirnya pesan air mineral lagi. Sruput dikit-dikit..
Air mineral habis, pesan kopi...
Kopi habis, pesan nasi goreng... makannya sedikit2 biar lama habisnya hehe..
Nasi goreng habis, air mineral lagi.

Pas sampai Kiaracondong saya udah kenyang banget tuh, ampun dah... akhirnya didekati oleh kondektur tadi. Saya bilang "Pak, maaf saya di sini sampai Senen boleh ya?" Dia jawab "Laah monggo Pak, santai aja. Kalau kosong mah duduk aja." Alhamdulillaah.

Eh jam 3-an pesen nasi goreng+air mineral, haahahaha... kali ini laper memang xixixi..

Jadilah saya sepanjang jalan nongkrong di KM3. Ini tips menarik, jika seandainya Polsuska nya keukeuh gak boleh ngebordes, langsung saja melipir ke gerbong makan, silakan duduk di situ lama2 asal pesan makan terus hahaha... tekor dah tuh!

Ada lagi...

Disangka Pengawas dari Kantor Pusat PT. Kereta Api Indonesia (Persero)

Saat mencatat dan mengambil foto/video, seorang karyawan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) (berseragam) duduk di sebelah saya. Dia melihat lembaran daftar stasiun yang saya print seperti ini (ini kertas catatan saya yang hilang...):
[spoiler]
[Image: List_Stasiun.jpg][/spoiler]

Tiba2 dia ngomong "Wah pak, itu (≖᷆︵︣≖) sekali. Bapak orang pusat ya? Cuma orang pusat yang punya daftar stasiun (≖᷆︵︣≖) seperti ini". Walaaah orang pusat? Wong list stasiunnya saya copy dari Majalah KA

"Enggak kok pak, saya penumpang biasa." jawab saya kalem.
"Bapak wartawan yah? Perlengkapannya banyak sekali pak..."

Kayaknya dia ngeliat perlengkapan saya kayak begini yaaaa
[spoiler]
[Image: Seperti_Wartawan.jpg][/spoiler]

"Enggak pak, saya penggemar kereta. Nanti mau cerita ke temen2 tentang asiknya perjalanan ini.." kata saya.

"Oooh begitu, saya kira orang pusat pak." jawabnya. "Oke silakan lanjut pak" terus dia ngeluyur...

Aya-aya wae nyaaa..

Terakhir, ini curhatan kru PT. Kereta Api Indonesia (Persero) dan Polsuska yang ngobrol2 ama saya. Saking lamanya saya di KMP3, jadi bisa ngobrol banyak. Ini asik juga.
Nama dan jabatan tidak saya cantumkan, demi kemaslahatan yang bersangkutan Xie Xie

Pertama dari Polsuska.
Dia bilang, kebijakan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) yang keras terhadap penumpang merokok, membawa barang banyak atau pedagang asongan memang bagus, tapi agak susah implementasi di lapangan. Apalagi di KA ekonomi, Polsuska kerap malah digalaki oleh penumpang atau pedagang. Ada Polsuska yang menurunkan penumpang karena nama di karcis dan KTP beda, keesokannya segerombolan orang menyergap Polsuska itu dan mengancamnya. Ternyata itu teman2 penumpang yang dulu dia turunkan. Dendam rupanya.

Pernah juga ada Polsuska dicegat dan digebugi sekelompok pedagang asongan karena mengusir pedagang dengan keras Dziiigg

Menurut Polsuska tsb, antara gaji yang diterima dengan resiko yang ditanggung sangat tidak seimbang. Sehingga banyak Polsuska yang akhirnya berkompromi dengan keadaan, ketimbang menegakkan peraturan tapi nyawa taruhannya.

Kedua dari salah satu karyawan PT. Kereta Api Indonesia (Persero).
Karyawan ini mengatakan cukup lelah bertugas di kereta jarak seperti Serayu. Karena begitu tiba di JAKK, dia hanya punya waktu 2 jam untuk kembali bertugas di Serayu Malam. Rangkaian nya ya sama, yg saya naiki ini. Kaget saya, lah kok bukannya baru bertugas lagi di Serayu Pagi esoknya? Heran

Karyawan itu hanya tersenyum saja.

Ketiga masih dari karyawan PT. Kereta Api Indonesia (Persero).
Beliau mengatakan bahwa mulai Desember 2012 atau paling lambat Januari 2013, kartu Tanda Dinas (semacam ID karyawan kalau saya tidak salah tangkap), tidak lagi bisa memberikan korting pada keluarga. Kalau sekarang, dengan menunjukkan ID itu, keluarga (istri, anak, orang tua) bisa mendapatkan potongan harga sangat lumayan.

Tahun depan, keluarga membayar penuh. Karyawan pun, saat tidak dinas juga membayar penuh. Whaat??? Kok begini ya..Sedih Si bapak bilang, entah kenapa manajemen PT. Kereta Api Indonesia (Persero) tidak memperhatikan dan menimbang masa kerja karyawan yang sudah puluhan tahun mengabdi, kok saat tidak dinasan malah membayar penuh juga.

Benar atau tidaknya, wallahu a'lam... Ada yang bisa kasih masukan?

Masih ada obrolan-obrolan ringan lainnya, tapi 3 di atas tadi yang paling nyantol di pikiran saya.

Akhirnya, TR ini berakhir sudah. Terimakasih untuk kawan2 yang sudah berkenan mengikuti dan comment, mohon maaf kalau banyak salah2 kata atau informasi, maklum masih pemula. Semoga bermanfaat.

Buat yang mau ikutan joyride Serayu 5-6 Januari 2013, monggo melipir ke THREAD INI.

Terimakasih banyak!

Berikut beberapa video terkait perjalanan ini.

Suasana Pagi di Stasiun Kroya (max 1080p)
[spoiler]

[/spoiler]

Cilame-Sasaksaat Tunnel Side Ride (max 360p)
[spoiler]
[/spoiler]
Reply


Messages In This Thread
RE: [TR] Serayu Pagi KYA-PSE, 28 Oktober 2012 - by syauqie - 20-11-2012, 10:04 PM

Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)