07-11-2012, 05:57 PM
Selama ini orang cenderung menyangka ada salah desain dengan C-KRDE.
Kenyataannya memang rusak semua, tapi apa ya sepenuhnya desainer yang salah.
Jangan2 ada satu penyebab lagi yang belum terdeteksi : maintenance, alias pemeliharaan.
Jangan2 ada komponen C-KRDE yang harus di-"maintain" dalam waktu singkat, misalnya bulanan, mingguan, atau bahkan harian.
Jangan2 belum diketahui, komponen mana yang "kemayu" sehingga harus sering di-"dandani", dan kenyataannya aspek pemeliharaan ini disamakan dengan lok dan kereta biasa yang memang jangka pemeliharaannya cukup panjang.
Sebagai perbandingan, ini sekedar pengalaman saja. Saya mempunyai motor bebek yang dulunya dianggap "motor kelas dua". Motor saya ini setiap 2000km selalu diganti oli, setiap 4000km selalu masuk bengkel resmi, setiap 8000kn businya selalu diganti. Apa hasilnya? Setelah berumur 6 tahun motor itu masih oke. Mungkin C-KRDE juga begitu, maksud saya ada komponen yang musti dirawat dalam jangka waktu pendek.
Salam kami
Nurcahyo
*******
Kenyataannya memang rusak semua, tapi apa ya sepenuhnya desainer yang salah.
Jangan2 ada satu penyebab lagi yang belum terdeteksi : maintenance, alias pemeliharaan.
Jangan2 ada komponen C-KRDE yang harus di-"maintain" dalam waktu singkat, misalnya bulanan, mingguan, atau bahkan harian.
Jangan2 belum diketahui, komponen mana yang "kemayu" sehingga harus sering di-"dandani", dan kenyataannya aspek pemeliharaan ini disamakan dengan lok dan kereta biasa yang memang jangka pemeliharaannya cukup panjang.
Sebagai perbandingan, ini sekedar pengalaman saja. Saya mempunyai motor bebek yang dulunya dianggap "motor kelas dua". Motor saya ini setiap 2000km selalu diganti oli, setiap 4000km selalu masuk bengkel resmi, setiap 8000kn businya selalu diganti. Apa hasilnya? Setelah berumur 6 tahun motor itu masih oke. Mungkin C-KRDE juga begitu, maksud saya ada komponen yang musti dirawat dalam jangka waktu pendek.
Salam kami
Nurcahyo
*******
