24-10-2012, 03:51 PM
(24-10-2012, 02:50 PM)Warteg Wrote: Pantauan di Elshinta tadi siang
Rangkaian yang menimbulkan Rinja di lokasi PLH akhirnya dievakuasi ke stasiun terdekat
Saat dievakuasi itu rangkaian sempat anjlok saat disimpan di sepur badug
Ini berita lengkapnya
Quote:5 Gerbong KA Prameks yang Anjlok di Sleman Berhasil Dievakuasi
PT. Kereta Api Indonesia (KAI) berhasil melakukan evakuasi KA Prambanan Ekspres (Prameks) yang anjlok dan terguling di lintasan Kalasan, Sleman, Yogyakarta.
"Sekitar pukul 04.30 WIB, semua gerbong telah berhasil diangkut menggunakan crane dan lokomotif," kata Kepala Humas KAI Daop VI, Eko Budianto, saat dihubungi detikcom, Rabu (24/10/2012).
Kereta tersebut selanjutnya didorong menuju stasiun terdekat dari lokasi kejadian, yaitu Staisiun Prambanan.
"Dibawa ke Stasiun Prambanan yang merupakan stasiun terdekat dari lokasi," jelas Eko.
Eko menambahkan, pihaknya akan membawa Prameks kel Depo kereta api di Solo atau Yogyakarta untuk mengecek kerusakan yang dialami Prameks pasca insiden yang terjadi Selasa (23/10) sore.
"Kalau menggerakkan material di kereta api menunggu jeda lintasan luang, bisa setiap waktu," ucap Eko.
Saat ini lintasan kereta api Kalasan tersebut sudah siap dilalui oleh kereta yang akan melintas. Menurutnya, kereta yang akan melintas adalah KA Logawa jurusan Jember-Purwokerto pada pukul 06.00 WIB.
Sebelumnya, Kereta Prambanan Ekspres (Prameks) dari Solo tujuan Kutoarjo terbalik di daerah Kalasan, Sleman, Yogyakarta. Walaupun dipastikan tidak ada korban meninggal, tercatat puluhan orang mengalami luka-luka dan harus dirawat di RS terdekat. PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyatakan, 40 penumpang mengalami luka dalam peristiwa anjloknya KA 23 Prambanan Ekspres sekitar pukul 16.44 WIB, Selasa sore, kilometer 155+1, antara Stasiun Prambanan-Maguwo.
PT KA Tunggu KNKT untuk Tahu Penyebab Anjloknya KA Prameks
Quote:PT Kereta Api Indonesia (KAI) membantah kecelakaan anjloknya kereta api Prambanan Ekspres dikarenakan rusaknya rel kereta. Pihak KAI menunggu hasil pemeriksaan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
"Penyebabnya masih diteliti. Masinisnya aja belum diteliti kok, ya kita belum tahu," ungkap Kepala Humas Kereta Api Pusat Sugeng, ketika dihubungi detikcom, Rabu (24/10/2012).
Pihak KAI juga menegaskan anjlok terjadi karena adanya roda yang keluar dari rel kemudian disusul dengan material yang jatuh.
"Penyelidikan akan dilakukan KNKT," tambah Sugeng.
Saat ini, kedua lintasan kereta tersebut sudah dapat dilalui. Namun kecepatan tempuhnya dibatasi 5km/jam karena lintasan masih dalam perbaikan. Dalam kondisi normal, lintasan tersebut biasa dilalui kereta api dengan kecepatan 80 km/jam.
Akibat hal ini, keberangkatan kereta masih mengantri, namun tidak sampai mengalami penundaan. "Sekarang ini masih antri, karena harus ganti bantalan yang rusak dan perbaikan-perbaikan lain," ucap Sugeng.
Perbaikan ini akan memakan waktu kira-kira sampai 2 hari ke depan. Namun batasan kecepatan kemungkinan akan naik, disesuaikan dengan kondisi lintasan.

