11-09-2012, 12:10 AM
Tak coba jawab ya..CMIIW...
No.1 setahu saya untuk penyearahan arus listrik yang jelas jaman sekarang teknologi yg dipakai semikonduktor (semacam dioda gitu), kalo jaman lok Bon-Bon masih berjaya dulu pakai teknologi tabung kaca vakum berisi air raksa (mercury arc rectifier) c/o GLAA Jatinegara & Ancol. Malah dulu sebelum dipakai teknologi air raksa, LAA. disupply langsung dari generator DC yg berukuran besar (rotary converter).
Lengkapnya bisa dilihat di sini:
http://listrikaliranatas.blogspot.com
No.4 Khusus untuk lintas2 jarak jauh yang belum terelektrifikasi, dari pada pakai tegangan 25kV AC lebih cocok pakai tegangan 20kV AC, lagi pula teg. 20kV sudah sama dengan sistem distribusi ketenagalistrikan PLN, jadi dapat langsung disupply dari gardu induk PLN yang sudah ada (tidak perlu bangun gardu baru). & sukur2 lagi dapat hibahan lok listrik JRF macam EH500 yang bertegangan 1,5kV DC / 20kV AC hehehe...
No.1 setahu saya untuk penyearahan arus listrik yang jelas jaman sekarang teknologi yg dipakai semikonduktor (semacam dioda gitu), kalo jaman lok Bon-Bon masih berjaya dulu pakai teknologi tabung kaca vakum berisi air raksa (mercury arc rectifier) c/o GLAA Jatinegara & Ancol. Malah dulu sebelum dipakai teknologi air raksa, LAA. disupply langsung dari generator DC yg berukuran besar (rotary converter).
Lengkapnya bisa dilihat di sini:
http://listrikaliranatas.blogspot.com
No.4 Khusus untuk lintas2 jarak jauh yang belum terelektrifikasi, dari pada pakai tegangan 25kV AC lebih cocok pakai tegangan 20kV AC, lagi pula teg. 20kV sudah sama dengan sistem distribusi ketenagalistrikan PLN, jadi dapat langsung disupply dari gardu induk PLN yang sudah ada (tidak perlu bangun gardu baru). & sukur2 lagi dapat hibahan lok listrik JRF macam EH500 yang bertegangan 1,5kV DC / 20kV AC hehehe...
Berharap Rangkas Jaya ditarik lokomotif listrik..

