08-09-2012, 10:55 PM
kalo menurut pengamatan saya... KA Gajayana dibuat berangkat siang dari ML, salah satunya adalah utk mengcover penumpang dari YK yang ingin menuju ibukota karena permintaan akan angkutan menuju ibukota dari YK cukup tinggi, bisa jadi Gajayana dibuat sebagai alternatif.
-secara di YK, dari jam 8 malam ada Taksaka,
-jika udah penuh penumpang beralih ke Argo Dwipangga yang terpaut kurag lebih 50 menit setelah Taksaka,
-jika Argo Dwipangga udah penuh, maka ada alternatif Gajayana yang seharusnya terpaut sekitar 15 menitan setelah KA 9 namun realita biasanya 30 menit seelah KA 9 berangkat YK,
-nah jika Gajayana udah penuh, masih ada Bima yang terpaut sekitar 30 menit setelah Gajayana.
jadi penumpang tidak perlu menunggu KA dengan jarak waktu yang lama untuk mendapatkan alternatif KA menuju ibukota....
belum lagi kalo KA Argo Tambahan di jalankan, yang leberangkatannya setelah Gajayana dan sebelum Bima, otomatis semakin memudahkan penumpang untuk mendapat alternatif menuju ibukota
CMIIW.... maaf kalo agak njelimet. hehehehe
-secara di YK, dari jam 8 malam ada Taksaka,
-jika udah penuh penumpang beralih ke Argo Dwipangga yang terpaut kurag lebih 50 menit setelah Taksaka,
-jika Argo Dwipangga udah penuh, maka ada alternatif Gajayana yang seharusnya terpaut sekitar 15 menitan setelah KA 9 namun realita biasanya 30 menit seelah KA 9 berangkat YK,
-nah jika Gajayana udah penuh, masih ada Bima yang terpaut sekitar 30 menit setelah Gajayana.
jadi penumpang tidak perlu menunggu KA dengan jarak waktu yang lama untuk mendapatkan alternatif KA menuju ibukota....
belum lagi kalo KA Argo Tambahan di jalankan, yang leberangkatannya setelah Gajayana dan sebelum Bima, otomatis semakin memudahkan penumpang untuk mendapat alternatif menuju ibukota
CMIIW.... maaf kalo agak njelimet. hehehehe
![[Image: oldpatent_1937525c.jpg]](http://i.telegraph.co.uk/multimedia/archive/01937/oldpatent_1937525c.jpg)
Hasil penemuan Mbah Richard Trevithick yang terus berkembang...
