07-09-2012, 04:36 PM
Quote: Betul om ane berharap kembali ke jaman
Perumka dulu ga kaya sekarang yang lebih
mencari keuntungan
Tahun ini kan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) untung besar tuh. Kita positif thinking saja uang itu ga cuma habis untuk bayar utang, hehe tapi ada yang dialokasikan untuk merenovasi kereta2 unggulan.
Pak Ignasius Jonan kan basic pendidikannya akuntansi. Harvard pula. Semoga jago mengatur cashflow di PT. Kereta Api Indonesia (Persero). Semoga si sapi perah DAOP VI (alias Taksaka) kecipratan modal untuk renovasi.

Quote: Gimana kalo Perum Damri didaulat utk
berbisnis di jalan rel ? Lumayan tuch, PT.
Kereta Api Indonesia (Persero) ada
kompetitornya, meskipun sama2 BUMN.
Kalo mau bikin kompetitor mungkin sekalian aja swasta. Efeknya:
1. Perang Tarif, harga tiket akan semakin murah.
2. Perang Fasilitas, berlomba memberikan yang terbaik untuk customer.
Ujung2nya customer yang diuntungkan

Tapi sepertinya PT. Kereta Api Indonesia (Persero) belum siap menghadapi lawan seperti itu. Dan mungkin (CMIIW) regulasi di Indonesia belum memperbolehkan pihak swasta terjun ke sektor perkeretaapian.
Duh koq jadi kemana2. Semoga ga OOT.hehe.
Ngomong2 ada yang tau jadwal PA mayoritas kereta2 di rangkaian Taksaka?

