arek surokerto Wrote:ada beberapa pertanyaan yang belum bisa terjawab,
1. apakah sudah benar perkiraan ada rel di jalan wakhid hasyim?
2. Jika benar knapa tidak ditemukan bekasnya sedikitpun kecuali track yang lurus??
3. Dimanakah rel ini bersatu dengan track yang masih aktif saat ini?
4. Apakah Rel yang menuju ke PG.Jombang Baru berakhir di situ??
gerbong maud... Wrote:ada beberapa pertanyaan yang belum bisa terjawab,
1. apakah sudah benar perkiraan ada rel di jalan wakhid hasyim?
2. Jika benar knapa tidak ditemukan bekasnya sedikitpun kecuali track yang lurus??
3. Dimanakah rel ini bersatu dengan track yang masih aktif saat ini?
4. Apakah Rel yang menuju ke PG.Jombang Baru berakhir di situ??
biar aku bantu menjawab pertanyaannya :
1. rel di jalan wakhid hasyim itu terletak di sebelah timur jalan raya sekarang (yang sekarang menjadi jalur lambat)
2. untuk bekasnya sudah sulit untuk dilihat, karena sudah tertimbun aspal
3. bersatunya di stasiun jombang sekarang (bersatu dengan jalur 1 di sta jombang), jalur yang sebelum melintasi jalan raya sekarang sudah tertutup ruko sebelah timur sta utara rel, namun masih biosa diraba dengan melihat lengkungan khas rel pada utara stasiun
4. (maaf saya gag mudeng sama maksud pertanyaan yang no 4)
semoga membantu......
dan monggo kalau ada koreksi untuk saling melengkapi.......
![]()
ady_mcady Wrote:wah keliru mas 2 sekalian.
jalur rel justru ada di sebelah barat jl. wakhid hasyim. setelah dari jombangkota, rel masuk menembus kawasan ringin contong. dulu saya ingat sekali ringin contong ada 2 pintu gebangnya untuk keluar/masuk kereta. rel menyusur jl wahid hasyim di sebelah barat, bukan di jalur lambatnya. kalau tidak percaya, silahkan cari disekitar kebon rojo, itu ada beberapa besi patok rel yang tersisa. juga ada sisa2 rambu2 perlintasan jalan rel di beberapa jalan yang ada di sisi barat jl wahid hasyim.
rel masuk stasiun jombang tepat di sekitar parkiran sepeda motor sekarang, bukan di sebelah timur-utara nya. coba cari sekitaran situ pasti ada bekas wesel yang dibongkar.
jadi, dulu itu jalur ini benar2 eksotik. karena sepanjang stasiun jombang yang sekarang, sampai ringin contong, relnya persis seperti rel trem di solo, berada ditepi jalan raya. dan yang membuat unik, relnya ada gongsolnya seperti di perlintasan jalan rel.
sayang dulu saya masih kecil klas 3 sd waktu lihat jalur mati ini masih kelihatan. jadi tidak punya pikiran untuk dokumentasi.
arek surokerto Wrote:coba liat gambar terakhir yg dr google earth itu deh, apakah rel itu berakhir di PG jombang baru? karena setelah pabrik suudah tidak ada lagi bekas rel..
Ane setuju banget sama mas ady_mcady. Eks rel BDSM berada di sebelah Barat Jalan K H Wahid Hasyim, dan rel BDSM tidak pernah menyebrang jalan raya K H Wahid Hasyim. Bekas railbednya sudah hilang, yang sekarang jadi trotoar. Katanya bokap ane yang semasa kecilnya di Jombang pun berkata begitu, bahwa relnya itu yang sekarang jadi trotoar. Relnya akhirnya lewat di sebelah Barat alun - alun Jombang, nyebrang jalur decauville Sf. Djombang, dan menjadi satu sama jalur spoor satu di Stasiun Djombang. Ini foto dari maps.kit.nl yang saya upload. Perhatikan peta baik2. Jalur rel yang ane tandai dengan titik2 merah merupakan jalur milik SS. Jalur rel yang ane tandai dengan titik2 kuning merupakan jalur KSM. Jalur BDSM yang ane tandai dengan titik2 biru tua. Rel2 lainnya merupakan jalur2 decauville milik Sf. Djombang.
[spoiler=Peta Jombang tahun 1940 diambil dari maps.kit.nl]
[/spoiler]@ arek surokerto : Iya mas, cabang jalur BDSM selepas Stasiun Djombang Kotta kearah Ploso itu mentok didalam emplasemen PG Jombang, mengingat bahwa dahulu dibangunnya jalur2 trem itu sebagai angkutan komoditas gula. Di deket eks Stasiun Djombang Kotta, kalau ente lebih awas, semestinya ente masih bisa melihat eks rumah sinyal dan eks tiang2 kabel telegram.
ady_mcady Wrote:jalur rel justru ada di sebelah barat jl. wakhid hasyim. setelah dari jombangkota, rel masuk menembus kawasan ringin contong. dulu saya ingat sekali ringin contong ada 2 pintu gebangnya untuk keluar/masuk kereta. rel menyusur jl wahid hasyim di sebelah barat, bukan di jalur lambatnya. kalau tidak percaya, silahkan cari disekitar kebon rojo, itu ada beberapa besi patok rel yang tersisa. juga ada sisa2 rambu2 perlintasan jalan rel di beberapa jalan yang ada di sisi barat jl wahid hasyim.
Dimananya Kebon Rojo mas? Kok ane sudah bolak balik ke Kebon Rojo di Jombang tapi kok ga nemu bekas2 rel ya? Ane juga sudah bolak balik lewat Jalan K H Wahid Hasyim kok ga nemu satupun rambu eks PJL? Kalau ada bekas rel atau rambu PJL, mohon di upload fotonya ya.
arek surokerto Wrote:dari sudut pandang yg berbeda
[spoiler]
[/spoiler]
Weeeww, sudah ada patok lahan milik PT. Kereta Api Indonesia (Persero).
Dulu tahun 2010 waktu ane mblusukan kesitu belum ada tuh patok penanda bahwa lahan tsb. milik PT. Kereta Api Indonesia (Persero). Kalau eks Stasiun DJombang Kotta beserta rumah sinyalnya, apa juga sudah ada patok/plang penanda bahwa lahan tsb. milik PT. Kereta Api Indonesia (Persero) mas arek surokerto?


)
![[Image: 7514112280_fd0bb42563.jpg]](http://farm9.staticflickr.com/8001/7514112280_fd0bb42563.jpg)