26-08-2012, 02:40 PM
(26-08-2012, 01:47 PM)Nicodio Wrote:(26-08-2012, 12:01 PM)ardial Wrote: [Spoiler][/Spoiler]
(26-08-2012, 06:45 AM)Nicodio Wrote:(24-08-2012, 10:42 PM)ardial Wrote: [Spoiler]
(24-08-2012, 09:47 PM)Nicodio Wrote: Baik, sebelumnya apakah Mas Akbar Sudah membaca Perbandingan Lewat Selatan atau Utara Di Nomor 664?[/Spoiler][/Spoiler]
Sejujurnya memang 93+94 Perlu Dikembalikan Ke DAOP 7 saya sangat Setuju, apalagi 93+94 malah nambah Kucel DI DAOP 8.
Tapi mengapa Saya menyatakan Mengapa saya adalah Orang pertama yang Mengusulkan Singosari Dikembalikan Keberangkatannya dari Tulungagung+Berangkat jam 15:00, ini analoginya.
Waktu 93 masih Berangkat Jam 16:00 dari kediri buat ambil penumpang Tulungagung ini sebenarnya hampir sama dengan Gapeka 93 yang sekarang cuma berangkatnya Beda 15 Menit lebih awal dengan gapeka Saat Ini, perbandingannya:
101: KD 17:00
93: KD 16:45, hasilnya dari segi speed 93 tidak beda jauh dengan 101 yang masuk Bekasi > jam 7 pagi malahan lebih babak belur
beda kasusnya jika 93 dikembalikan Jadwalnya Ke jadwalnya Bangunkarta dari Jombang alias Jam 15:00 cuma beda pemberangkatan, sebenernya itu aja.
Justru saya menyatakan sebaliknya Jika 93 dikembalikan Ke DAOP 7, ingat KA Sekarang diprioritaskan Berdasar DAOP bukan Berdasar Nomor.
ini Kritik yang Bagus sekali buat Perkembangan Singosari kedepannya
Balik soal Odong-Odong, bukannya dengan jadwal 15:00 itu 93 Justru Sukses Odongin 3 KA Milik DAOP 8 yaitu Sritanjung, GBMS, dan Sancaka tapi jalannya dibelakang Kahuripan?
Setau saya yang namanya Kahuripan Mungkin akan sama2 Diprioritaskan Bersama 2 KA Dibelakangnya yang lebih Diatasnya yaitu 43+93, dengan catatan Kahuripan disalah Satu Stasiun antara Petak Kedungbanteng-Kemiri Disuruh Minggir untuk Prioritaskan Singosari yang sukses diodongin tapi masih Beda 1 Petak dibelakang kahuripan
jadi 93 akan Sukses Nyusul Di DAOP 6 karena meskipun 93 berhenti Normal di Sragen, Tapi Bukankah Kahuripan itu Lebih Banyak Pemberhentiannya seperti Kedungbanteng, Sragen, palur, dan Solo Jebres
Sementara Singosari akan aman Hingga Masuk DAOP 4 karena Cuma Berhenti Di Sragen+Solo Jebres, nah masuk Solo jebres jika Kejadiannya itu benar 15:00 dari Tulungagung Masuknya kurang Lebih antara Interval Jam 18:40-19:00.
berlanjut Ke Petak Solo-Brumbung, Jika berpatokan Berdasarkan Masuk Brumbung dia akan masuk Semarang 20 Menit lebih awal Dibandingkan Gumarang alias jam 21:15, nah Otomatis Selama Petak SMC-Krengseng dia harus Milih apakah Mau Minggir atau Disalip Kereta Selatan?
memang dua-duanya tidak enak untuk KA Singosari, tapi apakah demi mengejar KA bisnis Jatim yang mau masuk Duluan harus mengorbankan KA Bendera.
1.alasannya tidak ada KA Bisnis yang melewati Madiun yang sampai DAOP 8
2.Belum ada KA bisnis yang melayani hingga Malang Sejak 1 dekade terakhir
3.KA Bisnis yang murni pembagiannya belum merata jadi diputuskan Demi Menghidupi Jayabaya Selatan Versi Utara/KA DAOP 8 yang lewat utara Untuk pertama Kalinya
4.Bangunkarta Bertanggungjawab atas Kematian Jayabaya Selatan
Senja Singossari diteruskan sampai ke ML karena okupasinya minim berangkat dari KD. Tidak mungkin kalo diberangkatkan lagi dari KD menurut saya. Jika alasan okupansinya minim...
Itu GAPEKA anda gimana buatnya mas...
Sebenarnya kalau dari kediri memang awalnya saya sedikit meragukan mas.
saya ini pengguna saja, tapi paham situasi karena saya banyak ngobrol sama Orang DAOP 7 yang rutin naik singosari Jakarta-DAOP 7 PP
Saya sudah 3 kali Naik Singosari sewaktu namanya masih Senja Kediri, dan saya selalu ketemu sama Orang DAOP 7 yang malah seneng banget ketemu orang yang suka share masalahnya
Begini lho saya meskipun jarang ketemu+Cuma 2 kali dapat Infonya+cari info juga dari Semboyan 35 juga saya senang sekali begitu Singosari itu Menjadi Penghubung Harga yang masuk akal bagi Orang2 yang udah Males naik K3
Cuma itu aja yang saya bisa utarakan+informasi saya juga tidak subjektif.
yang penting saya usahakan diskusi sama orang di sebelah saya+Orang di Forum Semboyan 35.
Sebenarnya saya mengutarakan Niat tersebut karena Sebentar lagi tanggal 3 September saya mau dinas 93+94, nah nanti kalau saya ketemu orang DAOP 7 lagi biarpun orang DAOP 7 yang saya maksud adalah Masyarakat Umum tapi saya senang tentang Infonya Singosari.
Bahkan ada Anggota Prajurit TNI yang sangat menghargai Kita Semua Sebagai anggota Komunitas.
"Sebenarnya kalau dari kediri memang awalnya saya sedikit meragukan mas"
Maksudnya meragukan bagimana mas ardial?
Okupansinya, Soalnya yang saya tahu Penumpangnya Singosari pada kabur ke Brantas ada alasannya:
1.Harganya Tidak masuk akal+Janji akan ketepatan waktunya sangat jarang sekali
2.Brantas mampu Menjaring Penumpang Hingga 3 DAOP Sekaligus antara Madiun-Pekalongan makanya Brantas laris manis kayak kacang Goreng untuk Pekerja dari jawa, meskipun Stasiun pemberhentiannya Banyak, akan tetapi Tujuannya adalah nyampe Jakartanya jangan sampai kepagian+Penumpangnya Bisa siap2 Di Kost/Rumahnya Di jakarta
3.Sedangkan Singosari memang dari Segi Pemberangkatan kebanyakan hanya Menjaring 2 DAOP saja yaitu DAOP 7+DAOP 6, dikarenakan masih rasional keberangkatannya
4.Rata2 Targetnya Penumpang Singosari adalah menjaring Kelas menengah yang sudah bosan Naik Ekonomi

