20-08-2012, 08:11 AM
(18-08-2012, 11:01 PM)see_204XX Wrote:
Wah, gede bener itu dananya ya...? Jgn2 pemerintah Malaysia pola perhitungannya kayak bengkel resmi sepeda motor di sini, spare part masih bisa digunakan dibilang harus ganti atau malah safety factornya yg masih terlalu tinggi.
menurut wikipedia, angka pastinya sekitar MYR 4.4 milyar. atau kalau 1 MYR=Rp. 3000, maka total sebesar Rp. 13.2 T. dana MYR 4.4 milyar itu perinciannya MYR 2.5 milyar untuk pembangunan infrastruktur dobel trek, stasiun, dll. sisanya MYR 1.9 milyar untuk elektrifikasi 25 kV dan sistem persinyalan. artinya biaya elektrifikasi+sinyal sekitar 40 % dari total biaya pembangunan proyek EST ini.
kalau trainsetnya sepertinya biasa saja. 30 kereta (5 set) seharga US$ 67 juta, berarti 1 set berharga US$ 13.4 juta atau sekitar Rp. 127 milyar. coba bandingkan dengan proyek tilt train nya Aussie, harga 2 set kereta tilting nya mencapai AS$ 122 juta. berarti 1 setnya bernilai AS$ 61 juta atau sekitar Rp. 600 milyar ! (1 set tilt train EMU= 6 kereta, DEMU=8 kereta)
---
(20-08-2012, 01:01 AM)Krusty Krupp Wrote: Selain disana tanahnya relatif datar dan tidak ada gunung berapi, instansi pemerintahnya sayang rakyat (sedikit KKN & kuat iman) dan berfikir jangka panjang dalam hal ini transportasi massal.
Seharusnya ini bisa menjadi contoh buat instansi pemerintah kita. Tapi jangan dijadikan ajang persaingan/gengsi2an antar negara, yang penting dapat bermanfaat buat rakyat secara luas
yang di bold, di jalur utara jawa (jakarta-surabaya) juga relatif datar dan tidak ada gunung api nya mas krusty. barangkali yang dimaksud ialah tanahnya lebih stabil di semenanjung malaya daripada di jawa yang labil?
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"

