24-07-2012, 04:15 PM
(23-07-2012, 10:38 PM)periuk_gandar Wrote: Metode tersebut adalah versi hemat dari Geotextile. Prinsipnya sama, yaitu menjaga agar tanah tidak "tenggelam" kedalam rawa. Bambu jika direndam secara terus menerus, dia akan makin liat. Tentunya dipilih bambu yang tua dan tebal. Semoga langkah penghematan itu disertai dengan perhitungan geologi/mekanika tanah yang akurat, sehingga daya dukung tubuh baan akan stabil jika sudah dibebani kereta.
Pernah tersiar kabar jika di sekitar Semarang akan dibangun rel layang. Rel ini kemungkinan akan membentang dari sebelah barat flyover tol menuju Genuk, sampai sekitar Jerakah. Kalau isu ini benar, berarti roadbed yang dibuat diatas tambak seperti pada gambar hanya untuk mobilisasi peralatan, sedangkan jalan KA akan dibuat seperti jembatan layang.
Adakah rekan-rekan yang tahu infonya?
