10-07-2012, 06:22 PM
(23-05-2011, 10:45 AM)nurcahyoms Wrote: Oalah....
Sekarang sudah nggak ada sisa bangunannya sama sekali??
Trenyuh saya..
Waktu Rapih Dhoho baru diresmikan, stasiun ini masih beroperasi.
Waktu itu seingat saya kereta api selalu lewat di Jalur 2, sedang jalur 1-nya memang dari dulu seperti nggak pernah dipakai. Sejak dulu memang KA sampai yang sepur kluthuk juga tidak berhenti, tetapi stasiun Bendo masih dijaga dan pemindah wesel lama di stasiun Blitar masih bertulisan: dari BD masuk sp.... (perhatikan singkatannya: BD!!!) Tapi tulisan ini berganti pada saat lok BB301 bisa merambah Blitar.
Terakhir merasakan BLB di stasiun ini waktu tahun 1982. Saya ingat betul, itulah hari saya meninggalkan kampung halaman tercinta. Rapih Dhoho sampai Bendo disorot senter, digoyang atas bawah sampai KA berhenti. Masuklah beberapa penumpang. Tahun-tahun sesudahnya tidak pernah lagi peristiwa ini saya alami. Kalau lewat Bendo dengan Rapih Dhoho paling pagi, terihat kegelapan di sekitarnya... (waktu itu belum ada listrik).
Bagi teman-teman yang belum mengenal lintas ini, stasiun Bendo letaknya di sebelah barat stasiun Blitar, lokasinya mirip dengan Stasiun NOTOG. Jadi jalan rayanya belok patah dari timur ke utara, terus ada jalan lebih kecil yang lurus ke barat, nah disitulah letak stasiun Bendo. Seperti juga Notog, stasiun ini juga menghadap ke utara. Tikungan tajam di lokasi stasiun Bendo biasa disebut TUGURANTE.
Mas Gajayana, coba kapan-kapan teruskan trackingnya ke arah barat stasiun Bando, ke arah Selokajang. Disitu ada TIKUNGAN yang paling unik se Indonesia: belokan relnya membentuk sudut putar lebih dari 90 derajat!!!! Jadi kalau ditelusuri dari stasiun bendo, pertama-tama rel mengarah ke barat, memasuki tikungan belok ke kiri sedikit demi sedikit mengarah ke selatan, di akhir tikungan rel mengarah ke tenggara hampir ke timur alias balik lagi!!! Setelah itu barulah belok ke kanan, mengarah selatan dan memasuki jembatan Sungai Brantas.
Coba tolong rekan-rekan cari tahu, kenapa rel KA di daerah bendo mesti dibuat berbalik arah, padahal lokasinya 100% datar sama sekali tidak mengitari bukit. Sampai sekarang hal ini menjadi pertanyaan dalam diri saya.
Ah, kapan ya kita bisa sama2 menyusuri tempat yang indah dan penuh kenangan ini??
Warning!!!
Bagi teman-teman yang tracking dari arah Blitar, kalau sudah selesai cepat balik lagi ke arah Blitar lagi. Ngak usah diterusin kemana-mana. Gawat!!!
Salam kami
Nurcahyo
*******
om nurcahyo bukannya Bendo singkatannya BDO..kalo BD kan bandung,,,
maksudnya berbalik arah gmana???
