24-06-2012, 12:05 PM
[quote='CC-201-23' pid='323653' dateline='1340508097']
[quote]Nanggung klo disimpan di SDT,ngabis2in waktu di jalan. Mending simpan di stasiun antara LW-KPN,banyak kok yg tersedia, sta ML pun bisa,mengingat klo mallam cuma Penataran ke-2 arah yg disimpan.
[/quote]
Iya nih, kenapa dibuat nanggung begitu.
Kalau alasannya di Malang bukan dipo induk lokomotif (karena memang tidak ada lok bertulisan : Dipo Induk ML), yang berarti secara hirarki tidak ada personal yang tanggung jawabnya sebesar KDT, mengapa tidak DIADAKAN saja? Dipo ini bisa dibayangkan seperti Solo, yang mampu merawat lok walaupun bukan merupakan Daop tersendiri.
Kalau dipo Malang di-reorganisasi dengan meningkatkan kemampuan setara dipo induk lokomotif, diharapkan ada beberapa nilai plus, diantaranya:
(1) Menambah peluang kerja
(2) Lok yang stabling di Malang dapat dirawat lebih intensif
(3) KRD Komuter Lawang-Kepanjen tidak perlu bolak-balik dengan mubazir ke SDT. Ingat! Tanjakan Wonokerto-Lawang begitu tajam, bisa mengurangi keawetan mesin KRD.
Salam kami
Nurcahyo
*******
[quote]Nanggung klo disimpan di SDT,ngabis2in waktu di jalan. Mending simpan di stasiun antara LW-KPN,banyak kok yg tersedia, sta ML pun bisa,mengingat klo mallam cuma Penataran ke-2 arah yg disimpan.
[/quote]
Iya nih, kenapa dibuat nanggung begitu.
Kalau alasannya di Malang bukan dipo induk lokomotif (karena memang tidak ada lok bertulisan : Dipo Induk ML), yang berarti secara hirarki tidak ada personal yang tanggung jawabnya sebesar KDT, mengapa tidak DIADAKAN saja? Dipo ini bisa dibayangkan seperti Solo, yang mampu merawat lok walaupun bukan merupakan Daop tersendiri.
Kalau dipo Malang di-reorganisasi dengan meningkatkan kemampuan setara dipo induk lokomotif, diharapkan ada beberapa nilai plus, diantaranya:
(1) Menambah peluang kerja
(2) Lok yang stabling di Malang dapat dirawat lebih intensif
(3) KRD Komuter Lawang-Kepanjen tidak perlu bolak-balik dengan mubazir ke SDT. Ingat! Tanjakan Wonokerto-Lawang begitu tajam, bisa mengurangi keawetan mesin KRD.
Salam kami
Nurcahyo
*******

