22-06-2012, 05:21 PM
(22-06-2012, 05:04 PM)Joe_cn Wrote:(22-06-2012, 03:58 PM)Abu Hafsh Wrote: kan nanya??? saya juga kan tidak menyebut kedua orang itu "calo".....kalo bukan ya berarti orang st. purwakarta itu salah sangka. tapi setidaknya ada usahanya untuk meminimalisir percaloan, meskipun tindakannya mungkin "salah", dengan menyimpan fotokopi ktp orang2 yang membeli tiket di stasiun itu, kemudian dibandingkan kalo ada pembeli yang sama, yang dia merasa curiga.
jarang jarang aja lihat kejadian seperti itu....ya .....heran aja, orang itu kamis ke malang, jumatnya ke surabaya dengan nama sama, apa mungkin? (fotokopi ktp yang kemarinnya ada di orang tiketing itu). ud gitu orangnya ga protes lagi,....
nah ada lagi, jadi ada ya calo yang baik?? kriterianya apa ya?
kalo saya usul, untuk memberantas calo, ya jangan pernah beli dari calo dalam keadaan apapun.
kalo perlu yang beli tiket dari calo ditangkap saja, sama seperti calo, kalo ketauan jual tiket.
Pernah ada salah satu diskusi masalah tiket promo yang kebanyakan diborong oleh oknum RF dan kemudian dijual kembali, nah dari situ kan masih ada sisi baiknya dengan ikut mengantri dan juga pastinya dengan menunjukan KTP mungkin ada yang dijual dengan harga yang tinggi mepet2 ya akhirnya dijual dengan harga yang sama.
Msalahnya modus calo sekarang saya juga baru tau dari member disini, dia bisa masuk ke dalam loket mencetak tiket setelah ada deal dengan pembeli dengan harga yang tentunya lebih tinggi....
Nah lo, kalo uda gitu masih ada calo baik dan calo jahat kan.....
terlepas dari kejadian di st. purwakarta itu ya,
tetap saja, calo itu apapun bentuknya, dia itu MENARI DAN BERSENANG-SENANG DI ATAS PENDERITAAN ORANG.
jadi kalo MAU BERANTAS CALO??? jangan beli tiket dari calo, kalo terpaksa? cari alternatif angkutan lain, kalo masih ada yang mau beli tiket dari calo, ya jangan harap percaloan bisa di basmi


