24-05-2012, 04:24 PM
(24-05-2012, 12:34 PM)Joe_cn Wrote:(24-05-2012, 12:25 PM)Amtrak Wrote: Kalo kasusnya kaya gitu emang jadi dilema, di satu sisi beli tiket di calo udah jelas2 salah, tapi karena situasinya yg mengharuskan naik KA saat itu juga tanpa bisa menggunakan moda transportasi alternatif lainnya akhirnya dengan sangat amat terpaksa beli di calo..
Dari kasus tersebut bisa dibilang kesalahan terbesar ada di sistem penjualan tiket yg masih bisa diakali oleh para calo. Lalu bagaimana solusinya? Kenapa PT.KAI gak "nyontek" dari sistem penjualan tiket moda transportasi tetangganya yg bisa dikatakan bebas dari calo?
Atau "nyontek" sistem penjualan tiket KA dari negara2 yg sudah maju..
Sebagai konsumen hanya bisa gregetan liat sistem penjualan tiket KA di negeri ini..
Nah itu dia, kadang2 PT. Kereta Api Indonesia (Persero) sering sekali membuat peraturan yang menjadi blunder yang merugikan para penumpang KA itu sendiri.
Saya pikir kurang efektif kebijakan dengan mengecek indentitas para penumpang malah pada saat kereta uda jalan...
itu sangat2 merugikan penumpang itu sendiri....
Kalo dari perspektif sebuah buku obral berjudul "7 tanda kehancuran bisnis sukses" yang saya miliki sih, setidaknya PT. KAI punya setidaknya 4 tanda diantaranya .... mungkin malah 5 ....
1. Pengingkaran (terhadap kenyataan di lapangan, terhadap teknologi baru misal ticketing online seperti pesawat, selera konsumen, dst)
2. Arogansi (misalnya frase "silahkan mencari moda transportasi lain" yang terkenal itu )
3. Sikap "puas" diri (menganggap kebijakannya sudah sempurna, delusional masa kejayaan Perumka, dst)
4. Rabun Jauh persaingan (gak nyadar-nyadar kalo pesaingnya di jalan raya dan di udara sudah menggerogoti dia pelan-pelan, dst)
Hohohoho, hebat kan??
Seperti alunan detak jantungku,
tak bertahan, melawan waktu
dan semua keindahan, yang memudar
atau cinta, yang tlah hilang
==========
My latest TR: here Tawang Alun, 30 Juni 2013
tak bertahan, melawan waktu
dan semua keindahan, yang memudar
atau cinta, yang tlah hilang
==========
My latest TR: here Tawang Alun, 30 Juni 2013

