12-05-2012, 07:10 PM
(12-05-2012, 06:10 PM)Billy_CC20335CN Wrote:(12-05-2012, 04:52 PM)bramoy Wrote:(12-05-2012, 04:27 PM)Billy_CC20335CN Wrote:(11-05-2012, 10:40 AM)bramoy Wrote:(10-05-2012, 03:47 PM)CC-201-23 Wrote: Wh klo kyk gini apa gak sebaiknya ditambah keretanya? jadi CC 203/204+10 K1+M1+P.
Udah pernah bawa 10 K1. Kalau harga tiket sekitar 200 ya bsa.
Wkwkwk... Mau bawa 10K1 ? Ga kebanyakan ? Terus cadangannya mana lagi ? :p
Ga kebanyakan, malahan kurang.. Jalur Malang - Jakarta itu potensial.
Cadangannya, pada kabur semua dari dipo ML. Coba itung gerbong K1 dari dipo ML sebelum ada bebrapa yang minggat, 5 K1 99, 16 K1 01, 16 K1 Retrofit, 16 K1 09, dan beberapa K1 tahun 60-an. Benerin kalo salah.
K1 0 09 ada berapa sih yang punya ML ? Apa iya kalau bawa 10K1, masih ada cadangan yang "cukup" ? Setau gw, cadangan yang ada itu minimal setengah dari jumlah Kereta. Kalau untuk jarak dekat sih gapapa. Lah ini untuk ke Malang ?
kan bisa pinjem punya dipo kereta laen, yang paling deket ya SDT
mengingat tahun lalu Gajayan extrs lebaran pake rangkaian dari berbagai macam dipo mulai JAKK, BD, CN, SMC, YK, ML bahkan BW pun juga ikut...
![[Image: oldpatent_1937525c.jpg]](http://i.telegraph.co.uk/multimedia/archive/01937/oldpatent_1937525c.jpg)
Hasil penemuan Mbah Richard Trevithick yang terus berkembang...

