04-05-2012, 05:48 PM
(04-05-2012, 05:35 PM)bramoy Wrote: Untuk akang Billy, sebenarnya di Saradan ditahan 20 menit itu bukan karena kecepetan ya, kan saya sudah bilang bahwa kereta Gajayana sudah dalam keadaan terlambat bahkan tiba di stasiun Madiun sudah telat hampir 40 menitan dari jadwal. Hal ini karena kereta berhenti di Blitar hampir 15 menit lebih dan diberangkatkan kembali pukul 4 sore lebih padahal di jadwal pukul 15.41 sudah berangkat, belum lagi di petak Blitar - Tulungagung ada pergantian tipe rel 54 Tak pelak masinis waktu itu gas pol di petak Madiun - Yogyakarta sampai beberapa kali ketahan di bebarapa stasiun sepanjang Solo - Yogyakarta.
KA Gajayana ini memang sekarang sudah berhenti di banyak mulai dari Kepanjen, Blitar, Wlingi, Tulungagung, Kediri, Kertosono, Madiun, Solo, Yogyakarta, Kutoarjo, Purwokerto, Cirebon. Bukan karena faktor orang ingin memilih naik kereta yang mana, ini cuma untuk mengefisienkan waktu dan energi saja, kalau memang sudah ada kereta dengan tujuan serta jalur yang sama ditambah pula jalur yang diempuh lebih pendek ( A.K.A Bima ) tak ada salahnya kan bisa dijadikan penyangga, mungkin bisa dilakukan dengan penambahan gerbong. Biarkan saja KA Gajayana menyapu sepanjang Malang - Kertosono setelah itu bablas.
Oh gitu. Sorry kurang baca nih

Oh iya, justru dalam memilih kereta, penumpang juga ikut andil lho. Gajayana dan Bima itu berbeda, fasilitas yang dimiliki juga beda, penumpang juga ngeliat mana yang tepat waktu, mana yang ac-nya dingin, mana yang pelayanan lebih ramah, dan mana yang lebih memuaskan dari harapan penumpang.
Lagi pula, Gajayana berhenti di jalur-jalur yang sudah dikehendaki itu kan emang ada pangsa pasarnya, selain itu, antara KA juga saling ikut membantu.
COntoh =
+Yogyakarta, jam keberangkatan antara Argo Dwipangga dan Gajayana sangat dekat untuk tujuan yang sama, jika salah satu KA tidak kuat menampung, Kereta lain bisa membantu. Selain itu, sesuai selera penumpang juga lah, emangnya Kereta selalu full dari Stasiun awal ? Tentu tidak. Pangsa-nya Gajayana itu besar di Stasiun Malang, Kertorono, Madiun, dan Purwokerto mas. Kalau dibablasin setelah jalur ML-KTS, gimana nasibnya dong ?

