04-05-2012, 01:32 PM
(04-05-2012, 08:55 AM)Gege Wrote:(03-05-2012, 11:08 PM)pasundan_0808 Wrote: maaf mas and mbak e...
saya malah berharap dengan ada nya Promo ini PT. Kereta Api Indonesia (Persero) mau maju dan berbenah.
Kalo tiket promo ndak bisa menambah pemasukan mas, kecuali dari penjualan tiket reguler, lha untuk biaya cetak (listrik, kertas, operator) itungannya ngga masuk kalo mempromokan semua tiket, tujuan utama tiket promo adalah salah satu startegi marketing tuk menjaring calon penumpang. Trus mau maju gimana kalo rugi?
***Nach itu namanya orang dagang Mas ***
keutungannya di kurangi sedikit kan gpp, dan Menurut saya kita kan pengen transportasi kereta semakin maju nach kita harus mendorong SDMnya mau berubah dan berfikir maju .Coba kita bandingkan contoh dari BUMN telkom saat ini dan sebelumnya.
(03-05-2012, 11:08 PM)pasundan_0808 Wrote: Kalo mau menerapkan Sistem seperti Maskapai Udara ya jangan tanggung2.
Adakan sistem Cek-in maksimal 10 Menit sebelum Keberangkatan plus nama penumpang sesuai KTP.
Dipastikan masalah seperti di Atas gak ada lagi,Jadi kalo ada yg beli tiket Promo double2 ,bakalan Mubazir soalnya setelah waktu cek in Habis tiket nya bisa di jual lagi di Loket.
Masalahnya Mau,bisa dan Ada NIAT apa tidak dari PT. Kereta Api Indonesia (Persero)???
Kayae belum bisa deh, dengan alasan :
- Kesadaran calon penumpang untuk bertiket resmi (via loket BUKAN via calo)
- Sterilisasi stasiun, dimana banyak tempat yang bisa diakses oleh calon penumpang selain gerbang/lobby khusus penumpang seperti halnya airport
Mudahan sasaran tiket promo ini kembali kepada kaidahnya.....
Terusin diskusinya yak..., saya mau ngudud dolo...
kalo penumpang beli di calo jangan salahkan sistemnya donk,salahkan penumpangnya.
Kan sudah ada aturannya kenapa gak dijalankan.
kalo aturan dilaksanakan dipastikan penumpang pasti tidak mau membeli di CALO.
jadi intinya saya cinta kereta api tapi saya mau Perusahaan ini mau berubah untuk MAJU.

