01-05-2012, 03:42 PM
[spoiler=Kereta Barang Anjlok di Jalan Jakarta]Surabaya - Saat akan merangkai kereta dan melakukan perpindahan jalur rel (langsir), sebuah kereta barang anjlok di km 6+562 di perlintasan rel Jalan Jakarta di dekat Stasiun Kalimas. Badan kereta melintang diantara spoor (jalur) 9 dan spoor 4.
"Kejadiannya sekitar pukul 08.25 WIB," kata Ridwan kepada wartawan di lokasi, Minggu (29/4/2012).
Kepala Stasiun Kalimas tersebut mengatakan, setiap pagi dan siang petugas Stasiun Kalimas selalu melakukan kegiatan langsir karena kereta barang hanya berangkat pada malam hari. Termasuk hari ini saat sebuah lokomotif langsir hendak melangsir 6 kereta barang.
Dari Stasiun Kalimas, keenam kereta bermuatan peti kemas itu didorong hingga ke ujung tempat perpindahan lajur (wesel) di Jalan Jakarta. Rangkaian kereta tersebut hendak dipindhakan spoor nya dari spoor 4 ke spoor 9. Setelah itu, kereta ditarik kembali menuju Stasiun Kalimas.
Saat pindah spoor, 5 kereta bebas meluncur. Tetapi tidak bagi kereta terakhir atau kereta keenam. Saat melewati wesel, kereta tersebut keluar dari rel dan melintang.
Tentu saja loko dan ke lima rangkaian itu terhenti. Dan sialnya, rangkaian itu terhenti tepat di tengah perlintasan yang memotong jalan raya. Akibatnya, rangkaian menghalangi kendaraan yang hendak lewat. Tetapi itu tak berlangsung lama karena setelah sambungan pada kereta 6 diputus, rangkaian bisa kembali meneruskan perjalanan ke Stasiun Kalimas.
"Kereta itu anjlok 2 as. Penyebabnya karena wesel yang gerak," tambah Ridwan.
Karena di atas kereta masih ada peti kemasnya, kata Ridwan, maka peti kemas atau kontainer itu harus diangkat dulu untuk proses evakuasi.
"Peti kemas itu kan berat. Untuk memudahkan evakuasi, maka peti kemas itu harus diangkat. Anjloknya kereta ini tidak mengganggu jadwal karena kereta barang hanya berangkat pada malam hari," tandas Ridwan.[/spoiler]
Sumber: Detik.com
adagh:
"Kejadiannya sekitar pukul 08.25 WIB," kata Ridwan kepada wartawan di lokasi, Minggu (29/4/2012).
Kepala Stasiun Kalimas tersebut mengatakan, setiap pagi dan siang petugas Stasiun Kalimas selalu melakukan kegiatan langsir karena kereta barang hanya berangkat pada malam hari. Termasuk hari ini saat sebuah lokomotif langsir hendak melangsir 6 kereta barang.
Dari Stasiun Kalimas, keenam kereta bermuatan peti kemas itu didorong hingga ke ujung tempat perpindahan lajur (wesel) di Jalan Jakarta. Rangkaian kereta tersebut hendak dipindhakan spoor nya dari spoor 4 ke spoor 9. Setelah itu, kereta ditarik kembali menuju Stasiun Kalimas.
Saat pindah spoor, 5 kereta bebas meluncur. Tetapi tidak bagi kereta terakhir atau kereta keenam. Saat melewati wesel, kereta tersebut keluar dari rel dan melintang.
Tentu saja loko dan ke lima rangkaian itu terhenti. Dan sialnya, rangkaian itu terhenti tepat di tengah perlintasan yang memotong jalan raya. Akibatnya, rangkaian menghalangi kendaraan yang hendak lewat. Tetapi itu tak berlangsung lama karena setelah sambungan pada kereta 6 diputus, rangkaian bisa kembali meneruskan perjalanan ke Stasiun Kalimas.
"Kereta itu anjlok 2 as. Penyebabnya karena wesel yang gerak," tambah Ridwan.
Karena di atas kereta masih ada peti kemasnya, kata Ridwan, maka peti kemas atau kontainer itu harus diangkat dulu untuk proses evakuasi.
"Peti kemas itu kan berat. Untuk memudahkan evakuasi, maka peti kemas itu harus diangkat. Anjloknya kereta ini tidak mengganggu jadwal karena kereta barang hanya berangkat pada malam hari," tandas Ridwan.[/spoiler]
Sumber: Detik.com
adagh:
Make yourself usefull to other.
