07-03-2012, 08:54 PM
(07-03-2012, 05:13 PM)dtRAiNeR Wrote: Betul, KA reguler di jalur ini jangan dimatikan karena kereta wisata. Malah, menurut saya, mungkin harus ditambah...
Pernah nyoba Argo Peuyeum pas tahun 2011, dari dua kereta yang dibawa penuh terisi. Jika ditambah frekuensi perjalanannya mungkin bisa lebih laris. Berhubung kereta lebih murah daripaad bus ekonomi sekalipun untuk trayek ini...
Dan soal kereta wisata, mungkin buat awal-awal kayak di lintas Ambarawa-Tuntang, pake lok biasa (bukan uap) pun gak apa lah. Yang penting ada dulu untuk yg kapasitas banyak, jangan hanya lori saja, kan isinya cuma 12 orang...
BTW, reportasenya Om Bravo mantap. Berhubung gak bisa lempar cendol, ya sudah, 5-star rate untuk reportase yang satu ini!
semoga segera terlaksana, thanks udah mampir bro



![[Image: train_gif2.gif]](http://indonesianheritagerailway.com/templates/heritage_railway/images/train_gif2.gif)