07-03-2012, 01:24 PM
(07-03-2012, 12:54 PM)zulfahmi Wrote:(05-03-2012, 11:03 AM)Dana Komuter Wrote: Yuppp.... Foto situ ini tampak dr Jl. Latumenten mengarah ke arah Tangerang yah... Sisi kanan pada foto dulu haltenya yg super kecil panjangnya... Cuma muat maks. 3 unit KRD kala itu. Soalnya aku ngalamin wkt suka nongkrong di halte Grogol ini.
Trus soal keberadaan stasiun memang nih stasiun dan secara keseluruhan di seantero Jabodetabek masih banyak yang dianak tirikan... Halte busway di Jl. Latumenten masih bernama "Latumenten Stasiun KA". Kapan yah ada stasiun KA namanya "Halte busway"???
Kalau stasiun Pesing memang masih banyak yang blm paham lokasi pastinya... Sebetulnya gampang aja kalau pemerintah mau sungguh2 mencantumkan nama stasiunnya dan berharap lebih ekstrimnya lagi, stasiunnya dibuat minimal kayak Tj. Barat yah... Jadi terlihat megah, gak tersembunyi gitu...
wah nanti bakalan ada kalimat "naik busway turun dihalte Stasiun KA lalu transit menggunakan KRL di Stasiun Halte Busway"
Mumpung belum jadi double traknya mending di pugar dari sekarang ya. kalo stasiun ini berfungsi mungkin masyarakat jelamabar memiliki alternatif lain jika mau kemana2. Dari pada naik Bajaj atau mikrolet macet, apalagi mobil pribadi yg nambah penuh jalan ibukota.
kalo ngga salah mau ada wacana pembangunan stasiun di Roxy (antara DU THB), klo bisa sih stasiun mati suri seperti stasiun Grogol dan Taman kota dihidupkan lagi. Sebelum sampai ditujuan akhir di tangerang ada stasiun mati suri juga, namanya stasiun Tanah tinggi. Padahal dekat menuju pusat pemerintakan kota Tangerang dan Pasar induk Tanah tinggi.
Kalo di lihat dari judul thread ini sudah tidak relevan lagi "Double Track Tangerang-Beos" padahal Duri sampe Beos kan udah Double Track dari zaman dulu
Padahal deket tuh Tn. Tinggi drpd stasiun TNG yg rada jauh dikit ke pusat kotanya



