06-03-2012, 02:07 PM
(This post was last modified: 06-03-2012, 02:07 PM by Rezza Habibie.)
(06-03-2012, 10:20 AM)spoor_jadul Wrote: paling ideal memang lokomotif uap D14 10 yang saat ini ada di Museum Transportasi TMII karena D14 secara historis memang untuk lintas cianjur - sukabumi.. namun seperti biasa, birokrasi nya akan sulit mengeluarkan loko D14 10 dari TMII karena Museum Transportasi TMII 'dikuasai' oleh Kemenhub.
saran saya, lebih baik menghidupkan kembali lokomotif uap CC50 29 yang saat ini ada di museum ambarawa karena secara birokrasi relatif mudah karena sudah berada di wilayah hukum PT KA. Secara teknis, lokomotif CC50 memang diperuntukkan untuk mampu berbelok dengan mulus pada tikungan yang tajam pada jalur KA di pegunungan.
Tentang Lokomotif uap CC50
http://www.indonesianheritagerailway.com...33&lang=id
Kemarin team dari Heritage KAI melakukan pengecekan ke masing2 lok uap yang berada di komplek musium ABR, dalam kesempatan itu lok CC 50 sudah mendapat kerusakan yang sangat parah, baik di ketel maupun perangkat lainnya, jadi mustahil untuk bisa dihidupkan kembali, jika dihidupkan akan memakan biaya yang sangat besar, begitu mas.


![[Image: train_gif2.gif]](http://indonesianheritagerailway.com/templates/heritage_railway/images/train_gif2.gif)