13-01-2012, 05:21 AM
Kalo sepengamatan ane di SLO, KLB 7023 ini suka masuk SLO bukan hanya di belakang dwipangga, bahkan di belakang Lodaya, kadang malah ditahan cukup lama di SLO karena SLO harus memberangkatkan Lodaya terlebih dahulu. Otomatis, Gajayana bakal ngekor Lodaya yang kelasnya Eksis. tapi kalao lagi "beruntung", ya Gajayana masuk SLO tepat waktu dibelakang dwipangga, itupun kadang masih ditahan lama di SLO buat amannya Argo Dwipangga. Tapi positifnya, penumpang Argo Dwipangga yang gak kebagian seat bisa beralih ke Gajayana sehingga naikin okupansi gajayana juga, jadi malah sekarang Argo Dwipangga Tambahan (kalau jalan) kurang begitu diminati karena terlampau malam dari SLO, dan sudah ane perkirakan, pasti KA - KA malam lepas YK bakal berentetan lepasnya (Kayak Taksaka, Argo Dwipangga, Gajayana, Lodaya), nah ini yang bikin ada salah satu KA (atau lebih) yang bakal jadi tumbal persilangan kalau gak bagus gapekanya semenjak ada perubahan gapeka KLB 7023 ini.... Just IMHO 
Kalaupun benar target PT. Kereta Api Indonesia (Persero) untuk mengejar jam orang kantoran pas masuk DAOP Inya, seperti yang om Andrew bilang, harus ada kekompakan tiap daop buat memprioritaskan KLB ini apalagi kalau nanti sudah resmi punya nomor baru sehingga memang tepat sasaran, apalagi kalau selama ini yang ane liat Argo Dwipangga aja masuk GMR bisa jam setengah 6an, otomatis Gajayana bisa di atas jam segitu kan?

Kalaupun benar target PT. Kereta Api Indonesia (Persero) untuk mengejar jam orang kantoran pas masuk DAOP Inya, seperti yang om Andrew bilang, harus ada kekompakan tiap daop buat memprioritaskan KLB ini apalagi kalau nanti sudah resmi punya nomor baru sehingga memang tepat sasaran, apalagi kalau selama ini yang ane liat Argo Dwipangga aja masuk GMR bisa jam setengah 6an, otomatis Gajayana bisa di atas jam segitu kan?
Cobalah Cari tahu sendiri dulu baru bertanya bila benar - Benar Bingung dan tidak ada penjelasan, jangan maunya disuapin terus. Gak ada Nubie atau Master, semua sama, sama - sama belajar. 


