10-01-2012, 05:58 PM
begini mas bagus. kebetulan data2 diatas saya ambil dari penelitian seorang konsultan dari australia tentang pasar kereta api di indonesia. saya sudah pernah berikan link pdf nya disebuah thread kalo gak salah di thread subsidi bbm yang panas itu. nanti saya coba berikan disini.
nah, si mister siapa saya lupa, tersebut mendapat angka 500 km itu untuk kondisi indonesia dimana kereta api kurang mendapatkan kemudahan2 dibanding angkutan jalan. nah, lantas dia bilang, di eropa, biaya2 eksternal itu dimasukkan sebagai biaya tambahan untuk semua moda. misalkan pajak bbm, pajak pencemaran, resiko kecelakaan, resiko kemacetan, dll.
jadi kalo itu semua dimasukkan, maka moda yang paling kecil angka2 nya sudah pasti kereta api. jika ini diterapkan di indonesia, maka kereta dindonesia bisa bersaing dibawah jarak pengangkutan 250 km.
barangkali itu sebabnya di eropa ongkos kereta lebih murah meskipun jarak pengangkutannya pendek. cmiiw.
nah, si mister siapa saya lupa, tersebut mendapat angka 500 km itu untuk kondisi indonesia dimana kereta api kurang mendapatkan kemudahan2 dibanding angkutan jalan. nah, lantas dia bilang, di eropa, biaya2 eksternal itu dimasukkan sebagai biaya tambahan untuk semua moda. misalkan pajak bbm, pajak pencemaran, resiko kecelakaan, resiko kemacetan, dll.
jadi kalo itu semua dimasukkan, maka moda yang paling kecil angka2 nya sudah pasti kereta api. jika ini diterapkan di indonesia, maka kereta dindonesia bisa bersaing dibawah jarak pengangkutan 250 km.
barangkali itu sebabnya di eropa ongkos kereta lebih murah meskipun jarak pengangkutannya pendek. cmiiw.
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"

