24-12-2011, 01:48 AM
[spoiler=Di Stasiun Bogor, Dahlan Cari Tangga Kereta]
TEMPO.CO, Bogor - Tak hanya pergi menggunakan KRL, Menteri Negara BUMN Dahlan Iskan pun pulang dari sidang kabinet di Istana Bogor menggunakan KRL Commuter Line.
Tepat pukul 18.27, Dahlan yang menggunakan sepatu kets hitam merek New Balance dan topi hijau menaiki KRL tujuan Bogor-Tanah Abang. Di tengah hujan yang mulai reda, sang menteri tampak agak kerepotan naik kereta di gerbong nomor 5.
"Ini tangganya mana. Masa orang dipaksa naik setinggi ini," tuturnya saat naik dari peron ke kereta yang berada di jalur 4 stasiun Bogor ini.
Petugas stasiun pun segera menjawab. "Sudah disediakan tangga, tapi hanya dua. Ini karena hujan saja," kata dia pada Dahlan. "Konsisten dong. Kasihan penumpangnya," ujar Dahlan.
Menunggu kereta berangkat, Dahlan sempat berbincang dengan beberapa penumpang mengenai masalah kereta. "Commuter agak lumayan Pak, cuma jadwalnya saja sering telat. Yang ekonomi yang sering tawuran," curhat Toni, 22 tahun, pekerja di KPKNL Bogor yang turun di Pondok Cina.
Tak berapa lama kereta berangkat, dua orang ajudan tampak menutupi jendela dengan tirai. Dahlan pun menanyakan tindakan ajudannya. "Maklum sering dilempari pakai batu Pak, terutama yang Ekonomi," penjelasan beberapa penumpang padanya.
Sebelumnya, beberapa penumpang juga sampai mengamuk kepada pejabat Daerah Operasional I saat uji coba jalur lingkar. Salah satunya masalah tangga saat harus berpindah jalur di stasiun transit seperti Manggarai. "Masa hamil besar begini disuruh lompatin kereta. Ampuun dah," teriak seorang ibu pada uji coba loop line di Stasiun Manggarai, 1 Desember lalu.
Walau agak kerepotan, Dahlan tampak cukup menikmati perjalanan kereta sembari berbincang dengan beberapa penumpang. "Nanti turun di stasiun Dukuh Atas, karena mau rapat sama Bupati Tanah Tidung soal lahan," kata dia.
[/spoiler]
Tepat pukul 18.27, Dahlan yang menggunakan sepatu kets hitam merek New Balance dan topi hijau menaiki KRL tujuan Bogor-Tanah Abang. Di tengah hujan yang mulai reda, sang menteri tampak agak kerepotan naik kereta di gerbong nomor 5.
"Ini tangganya mana. Masa orang dipaksa naik setinggi ini," tuturnya saat naik dari peron ke kereta yang berada di jalur 4 stasiun Bogor ini.
Petugas stasiun pun segera menjawab. "Sudah disediakan tangga, tapi hanya dua. Ini karena hujan saja," kata dia pada Dahlan. "Konsisten dong. Kasihan penumpangnya," ujar Dahlan.
Menunggu kereta berangkat, Dahlan sempat berbincang dengan beberapa penumpang mengenai masalah kereta. "Commuter agak lumayan Pak, cuma jadwalnya saja sering telat. Yang ekonomi yang sering tawuran," curhat Toni, 22 tahun, pekerja di KPKNL Bogor yang turun di Pondok Cina.
Tak berapa lama kereta berangkat, dua orang ajudan tampak menutupi jendela dengan tirai. Dahlan pun menanyakan tindakan ajudannya. "Maklum sering dilempari pakai batu Pak, terutama yang Ekonomi," penjelasan beberapa penumpang padanya.
Sebelumnya, beberapa penumpang juga sampai mengamuk kepada pejabat Daerah Operasional I saat uji coba jalur lingkar. Salah satunya masalah tangga saat harus berpindah jalur di stasiun transit seperti Manggarai. "Masa hamil besar begini disuruh lompatin kereta. Ampuun dah," teriak seorang ibu pada uji coba loop line di Stasiun Manggarai, 1 Desember lalu.
Walau agak kerepotan, Dahlan tampak cukup menikmati perjalanan kereta sembari berbincang dengan beberapa penumpang. "Nanti turun di stasiun Dukuh Atas, karena mau rapat sama Bupati Tanah Tidung soal lahan," kata dia.
