22-12-2011, 07:23 AM
[spoiler=Status Stasiun KA Padalarang Bakal Naik Menjadi Tipe B]
Untuk meningkatkan mutu pelayanan terhadap pengguna jasa kereta api, dalam waktu tidak lama lagi status Stasiun Kereta Api (KA) Padalarang akan ditingkatkan dari tipe C menjadi tipe B. Dengan naiknya tipe Stasiun KA Padalarang yang selama ini hanya dijadikan sebagai transit, nantinya bakal bisa memberangkatkan penumpang antarkota.
"Tidak lama lagi, status Stasiun Padalarang akan dinaikkan menjadi tipe B, sehingga pelayanan kereta api antarkota bisa dilakukan di Stasiun Padalarang," jelas Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informasi (Dishubkomfo) Kabupaten Bandung Barat (KBB), Megaharry ketika ditemui "GM" di perkantoran KBB, Batujajar, Rabu (21/12).
Megaharry menjelaskan, meningkatnya status menjadi tipe B tentu saja harus disusul dengan kelengkapan sarana penunjang. Karena itu, pihaknya akan membangun berbagai fasilitas yang diperlukan yang tentu saja harus disesuaikan dengan stasiun tipe B.
"Tentu saja rencana kenaikan kelas menjadi tipe B tersebut membanggakan kami. Oleh sebab itulah, kami akan melengkapi berbagai persyaratan untuk meningkatkan pelayanan di stasion tersebut, di antaranya sarana dan prasarana penunjang," jelasnya.
Megaharry menambahkan, dengan peningkatan kelas tersebut maka Pemkab Bandung Barat harus melengkapi sarana penunjang. Di antaranya membangun terminal bus yang lebih besar yang lokasinya berada di sekitar Stasiun Padalarang.
"Penunjang harus juga disiapkan di sekitar stasiun, salah satunya dengan membangun terminal untuk angkutan kota (angkot) dan bus, sehingga tidak akan ada terminal liar," paparnya.
Banyak keuntungan.
Menurut Megaharry, ada banyak keuntungan dengan peningkatan kelas Stasiun Padalarang. Di antaranya bisa menjadi stasiun pemberangkatan penumpang antarkota dan mengurangi tingkat kemacetan lalu lintas. Masalahnya, selama ini bus antarkota sering mangkal di sekitar pintu masuk tol, sehingga tentu saja bisa menyebabkan kemacetan.
"Lain lagi bila sudah ada terminal yang lebih representatif, bus antarkota tersebut bisa terakomodasi sehingga bisa mengurangi kemacetan arus lalu lintas. Pasalnya, selama ini kami tidak bisa berbuat banyak karena memang bis antarkota tersebut tidak bisa terakomodasi," ujarnya.
Menyinggung tentang jumlah angkutan umum yang sering keluar masuk wilayah KBB, Megaharry menjelaskan ada sekitar 1.200 unit kendaraan angkutan yang melintasi wilayah KBB.
"Untuk yang ada di wilayah KBB sendiri sekitar 700 unit, sedangkan sisanya merupakan angkutan yang masuk dari Kota Bandung, Kota Cimahi, serta Kab. Bandung," katanya.
[/spoiler]
"Tidak lama lagi, status Stasiun Padalarang akan dinaikkan menjadi tipe B, sehingga pelayanan kereta api antarkota bisa dilakukan di Stasiun Padalarang," jelas Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informasi (Dishubkomfo) Kabupaten Bandung Barat (KBB), Megaharry ketika ditemui "GM" di perkantoran KBB, Batujajar, Rabu (21/12).
Megaharry menjelaskan, meningkatnya status menjadi tipe B tentu saja harus disusul dengan kelengkapan sarana penunjang. Karena itu, pihaknya akan membangun berbagai fasilitas yang diperlukan yang tentu saja harus disesuaikan dengan stasiun tipe B.
"Tentu saja rencana kenaikan kelas menjadi tipe B tersebut membanggakan kami. Oleh sebab itulah, kami akan melengkapi berbagai persyaratan untuk meningkatkan pelayanan di stasion tersebut, di antaranya sarana dan prasarana penunjang," jelasnya.
Megaharry menambahkan, dengan peningkatan kelas tersebut maka Pemkab Bandung Barat harus melengkapi sarana penunjang. Di antaranya membangun terminal bus yang lebih besar yang lokasinya berada di sekitar Stasiun Padalarang.
"Penunjang harus juga disiapkan di sekitar stasiun, salah satunya dengan membangun terminal untuk angkutan kota (angkot) dan bus, sehingga tidak akan ada terminal liar," paparnya.
Banyak keuntungan.
Menurut Megaharry, ada banyak keuntungan dengan peningkatan kelas Stasiun Padalarang. Di antaranya bisa menjadi stasiun pemberangkatan penumpang antarkota dan mengurangi tingkat kemacetan lalu lintas. Masalahnya, selama ini bus antarkota sering mangkal di sekitar pintu masuk tol, sehingga tentu saja bisa menyebabkan kemacetan.
"Lain lagi bila sudah ada terminal yang lebih representatif, bus antarkota tersebut bisa terakomodasi sehingga bisa mengurangi kemacetan arus lalu lintas. Pasalnya, selama ini kami tidak bisa berbuat banyak karena memang bis antarkota tersebut tidak bisa terakomodasi," ujarnya.
Menyinggung tentang jumlah angkutan umum yang sering keluar masuk wilayah KBB, Megaharry menjelaskan ada sekitar 1.200 unit kendaraan angkutan yang melintasi wilayah KBB.
"Untuk yang ada di wilayah KBB sendiri sekitar 700 unit, sedangkan sisanya merupakan angkutan yang masuk dari Kota Bandung, Kota Cimahi, serta Kab. Bandung," katanya.
