20-12-2011, 08:09 PM
[spoiler=surabayapost.co.id : 3 Bulan Mandek, Gubernur Surati Kemenhub]
SURABAYA - Setelah lebih dari dua tahun beroperasi, Kereta Api Surabaya-Mojokerto (KA Surokerto) kini ‘pensiun’. Hampir tiga bulan terakhir, KA Surokerto tidak beroperasi lantaran mengalami kerusakan dan kebutuhan suku cadangnya tidak terpenuhi.
Gubernur Jawa Timur (Jatim) Soekarwo mengaku prihatin atas tidak beroperasinya KA Surokerto. Gubernur memastikan bakal mengirim surat kepada Kementrian Perhubungan (Kemenhub) agar KA Surokerto bisa secepatnya dioperasikan. Sebab, KA Surokerto merupakan salah satu pendukung roda perekonomian di Jatim.
“Secepatnya saya akan kirim surat kepada Kemenhub agar KA Surokerto bisa dioperasikan. Ini karena KA Surokerto sudah menjadi salah satu penunjang perekonomian di Jatim,†ujar Pakde Karwo, Senin (19/12).
Gubernur dengan kumis tebal itu mengatakan, tidak beroperasinya KA Komuter Surokerto lantaran PT. Kereta Api Indonesia (Persero) mulai melakukan perhitungan bisnis. Sehingga penghitungan untung dan rugi dari operasional KA Surokerto mulai dihitung. Namun, pihaknya mendesak agar KA jarak pendek tetap bisa dioperasikan karena menyangkut kepentingan masyarakat banyak.
“PT. Kereta Api Indonesia (Persero) saat ini sudah bukan jadi perintis, tetapi lebih ke bisnis dengan pertimbangan untung dan rugi. Kita akan tetap mendesak agar KA jarak pendek tetap beroperasi karena ini menyangkut kepentingan orang banyak,†ujarnya.
Terpisah, Kepala Humas PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasional (Daops) VIII Sri Winarto belum berani memberikan jaminan kapan KA Komuter Surokerto bisa mulai beroperasi kembali. Diakuinya, kerusakan suku cadang membuat operasional KA Surokerto mandek. Apalagi, suku cadang yang dibutuhkan belum ada untuk mendukung operasionalnya.
Meski demikian, pihaknya sudah meminta kepada PT Industri Kereta Api (INKA) di Madiun untuk secepatnya mengadakan suku cadang yang dimaksud. Sayangnya, hingga saat ini belum ada tanda-tanda PT INKA akan memberikan suku cadang bagi kerusakan KA Surokerto. “Sudah kita mintakan kepada PT INKA tetapi hingga sekarang belum ada. Sehingga kami belum berani memberikan jaminan kapan bisa beroperasi kembali,†tuturnya.
Diakuinya, KA Komuter Surokerto belum memberikan keuntungan yang maksimal bagi PT. Kereta Api Indonesia (Persero). Apalagi jika dilihat dari tingkat okupansi penumpang yang masih belum penuh. Tingkat okupansi penumpang tertinggi ada saat KA berangkat dari Mojokerto pada pagi hari dan dari Surabaya pada sore hari. Namun, diluar jam tersebut jumlah penumpang tidak terlalu tinggi. “Di dua jam itu yang paling penuh, tetapi kalau diluar jam tersebut jumlah penumpangnya memang tidak terlalu tinggi,†paparnya.
Di sisi lain, Winarto mengaku sudah mengirimkan surat kepada Kementrian Perhubungan dan Kementrian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk kepastian operasional dari KA Surokerto. Apalagi, KA Komuter Surokerto yang tiketnya dibanderol Rp 3.500 itu belum bisa menutup biaya operasionalnya.
“Sudah kami layangkan surat ke Kemenhub maupun Menteri BUMN. Apakah nanti mendapatkan ganti KA Surokerto dengan KA yang baru, atau kita harus mengubah harga tiket nantinya? Tetapi kita masih belum tahu,†ujarnya.
[/spoiler]
Gubernur Jawa Timur (Jatim) Soekarwo mengaku prihatin atas tidak beroperasinya KA Surokerto. Gubernur memastikan bakal mengirim surat kepada Kementrian Perhubungan (Kemenhub) agar KA Surokerto bisa secepatnya dioperasikan. Sebab, KA Surokerto merupakan salah satu pendukung roda perekonomian di Jatim.
“Secepatnya saya akan kirim surat kepada Kemenhub agar KA Surokerto bisa dioperasikan. Ini karena KA Surokerto sudah menjadi salah satu penunjang perekonomian di Jatim,†ujar Pakde Karwo, Senin (19/12).
Gubernur dengan kumis tebal itu mengatakan, tidak beroperasinya KA Komuter Surokerto lantaran PT. Kereta Api Indonesia (Persero) mulai melakukan perhitungan bisnis. Sehingga penghitungan untung dan rugi dari operasional KA Surokerto mulai dihitung. Namun, pihaknya mendesak agar KA jarak pendek tetap bisa dioperasikan karena menyangkut kepentingan masyarakat banyak.
“PT. Kereta Api Indonesia (Persero) saat ini sudah bukan jadi perintis, tetapi lebih ke bisnis dengan pertimbangan untung dan rugi. Kita akan tetap mendesak agar KA jarak pendek tetap beroperasi karena ini menyangkut kepentingan orang banyak,†ujarnya.
Terpisah, Kepala Humas PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasional (Daops) VIII Sri Winarto belum berani memberikan jaminan kapan KA Komuter Surokerto bisa mulai beroperasi kembali. Diakuinya, kerusakan suku cadang membuat operasional KA Surokerto mandek. Apalagi, suku cadang yang dibutuhkan belum ada untuk mendukung operasionalnya.
Meski demikian, pihaknya sudah meminta kepada PT Industri Kereta Api (INKA) di Madiun untuk secepatnya mengadakan suku cadang yang dimaksud. Sayangnya, hingga saat ini belum ada tanda-tanda PT INKA akan memberikan suku cadang bagi kerusakan KA Surokerto. “Sudah kita mintakan kepada PT INKA tetapi hingga sekarang belum ada. Sehingga kami belum berani memberikan jaminan kapan bisa beroperasi kembali,†tuturnya.
Diakuinya, KA Komuter Surokerto belum memberikan keuntungan yang maksimal bagi PT. Kereta Api Indonesia (Persero). Apalagi jika dilihat dari tingkat okupansi penumpang yang masih belum penuh. Tingkat okupansi penumpang tertinggi ada saat KA berangkat dari Mojokerto pada pagi hari dan dari Surabaya pada sore hari. Namun, diluar jam tersebut jumlah penumpang tidak terlalu tinggi. “Di dua jam itu yang paling penuh, tetapi kalau diluar jam tersebut jumlah penumpangnya memang tidak terlalu tinggi,†paparnya.
Di sisi lain, Winarto mengaku sudah mengirimkan surat kepada Kementrian Perhubungan dan Kementrian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk kepastian operasional dari KA Surokerto. Apalagi, KA Komuter Surokerto yang tiketnya dibanderol Rp 3.500 itu belum bisa menutup biaya operasionalnya.
“Sudah kami layangkan surat ke Kemenhub maupun Menteri BUMN. Apakah nanti mendapatkan ganti KA Surokerto dengan KA yang baru, atau kita harus mengubah harga tiket nantinya? Tetapi kita masih belum tahu,†ujarnya.

