zeldha Wrote:untuk foto pertama, posisi railbed ada di daerah yang ditumbuhin tanaman mas, jadi bukan persis di pinggir jalan raya, pelebaran jalan raya yang kemaren dilakukan, tidak memakan lahan milik PT. Kereta Api Indonesia (Persero) (utara jalan) melainkan melebar ke arah selatan, sehingga patok yang terlihat merupakan patok selatan batas tanah PT. Kereta Api Indonesia (Persero), sedangkan patok utara tidak terlihat karna terlalu kecil mas
yang foto kedua railbednya membelok ke kiri mas (kearah utara)
iya, cuman waktu itu belum yakin karna belum menemukan bekas bangunan lain, hanya ada bekas pondasi jembatan kereta, namun sekarang sudah dipatok oleh PT. Kereta Api Indonesia (Persero) dan BPN
Aduuuuhh....ya syukur lah kalo gitu. Jadi gundukan tanah yang ditumbuhi pohon2 itu raildbed yaaa?? Untung lah kalo gitu. Soalnya kebanyakan rel2 yang dipinggir jalan biasanya railbednya habis dimakan demi pelebaran jalan, contohnya seperti di lintas Probolinggo Stoomtram (PbSM). Dan sekedar catatan, walaupun sudah dipatok tanah milik PT. Kereta Api Indonesia (Persero), itu bukan berarti jaminan ga bakal dibangun loh. Lawong yang di Jalan Diponegoro, Surabaya aja yang sudah dikasih plakat PT. Kereta Api Indonesia (Persero) aja tetep dijadiin flyover. Yah, kapaaaann orang2 Indonesia akan sadar akan kepentingan transportasi umum yang non macet alias berbasis rel??

![[Image: overstappen.png]](http://www.semboyan35.com/images/overstappen.png)
Ane tambahin lagi nih foto2nya. Ini ane kasih foto2 eks jembatan KA lintas Tuban - Bojonegoro yang menyeberang sungai Bengawan Solo. Denger2 sih ini mw diaktifin lagi untuk angkutan KA Semen Tuban tapi kenyataannya yaaa, gitu deh.
Ane pinjem fotonya mas Ferry Dwitanto nih. Mas Ferry, ane pinjem yah foto2nya. 
[spoiler=Tampang samping, bagian yang memanjang.]
[/spoiler][spoiler=Tampang samping, bagian yang pendek, yang menyeberang jalan ditepi sungai Bengawan Solo.]
[/spoiler][spoiler=Tampang diatas/didalam jembatan]
[/spoiler]Silahkan dinikmati.


