17-12-2011, 01:35 PM
Sejak dihapuskan tiket berdiri, kereta K3 lebih nyaman dan tidak berdesakan, asongan melenggang dengan nyaman dalam koridor dalam gerbong, tidak seperti dulu, pasar senggol, karena berbagai alasan diantaranya semakin banyak yang harus dibiayai, mungkin asongan semakin banyak, mungkin berdasar jumlah inilah yang perlu diatur, sehingga ditentukan jumlah mereka yang berjualan diatas kereta, di jadwal hari kerjanya, mungkinkah? K3 jarak jauh atau menengah atau dekat juga merupakan salah satu parameter jumlah asongan yang diperbolehkan, mungkin ada parameter lainnya juga, memang jika asongan banyak ada kecenderungan berisik, gaduh dan apalah, mengurangi kenyamanan penumpang tentunya, apalagi yang ingin istirahat, mungkin mereka perlu zona kerja juga, diatur wilayah kerjanya, biar ga tumpang tindih banyaknya asongan, pengamen ada penertiban ga? Karena jumlah yang terlalu banyak juga berisik, apalagi kadang ngomel kalau ga diberi uang, sebagian penumpang bukannya tidak mau beramal pada mereka, tetapi uang yang disediakan telah habis, karena terbatas juga, sesuai kemampuannya, bagaimana pengemis, mereka masih ada juga? Perlu kerjasama dengan berbagai pihak, diselesaikan dengan sebaik-baiknya, kalau bisa dengan kepala dingin, urusan perut, urusan yang ga mudah.

