16-12-2011, 10:28 PM
(16-12-2011, 03:34 PM)Warteg Wrote: Apakah langkah ini (larangan pedagang) diberlakukan agar Reska laris-manis karena tak ada saingan?
Selama ini harga makanan dan minuman di Reska lebih mahal (kualitas tidak jauh beda dengan yang dijual diluaran) sehingga penumpang lebih milih jajan diluaran ketimbang di Reska
sebenarnya ga juga seh om, masalahnya memang bukan di Reskanya, tapi bagaimana para pedagang ini bisa berjualan tanpa mangganggu penumpang?
bagus malah reska dimahalin jadi mereka yang berdagang pun dagangannya dibeli, lha kalo "dagangan" di reska murah semua bak harga asongan, lha ntar yang asongan sapa yang mau beli n gimana mau idup?
Nah inti persoalannya ya bagaimana mereka berjualan tanpa mengganggu kenyamanan penumpang kereta walaw k-3 sekalipun?
Apa perlu gerbong khusus asongan, jadi bagi mereka yang lapar dan haus bisa pergi sendiri ke gerbong itu dan mungkin per tiap setengah jam sekali ada petugas asongan yang berkeliling tapi dibatasi orangnya jadi fungsi reska diganti dhe sama para pedagang asongan.(khayalan mode:on).
SEBELUM MENUTUP MATA INI IJINKAN AKU TUHAN MELIHAT SEMUA JALUR MATI DI JAWA HIDUP KEMBALI. AMIN


