Saya adalah salah satu penggemar Kereta Api Indonesia, perjalanan malam khususnya.
Tadi malam (15-12-11) saya melakukan perjalanan bersama Argo Anggrek.
Kereta datang tepat waktu pada pukul 21.30Wib di Gambir sudah langkah awal yg bagus, tapi saya kecewa dengan tampilan luarnya yg kotor dan terkesan tua, tidak seperti gambar2 yg ada di website tentang kemewahan Argo Anggrek.
saat masuk ke gerbong esekutif 5 saya agak terkejut dan kecewa dengan kondisi gerbong yg di penuhi nyamuk dan kursi yg goyang2 seperti tidak terawat, selain itu ada penumpang yg baru masuk setelah saya mencari kursi no 13c tidak ada, padahal di tiketnya tertulis 13b dan 13c, tapi yg ada di gerbong 13a,13b langsung 1 kursi sendiri 13d, akhirnya penumpang itu yg suami istri harus berpisah gerbong
(kebijakan dari petugas sang suami di pindah ke gerbong 4) astagaa..di tambah lagi pintu geser otomatis yg rusak (kadang mau kadang nggak) bahkan kadang harus di dorong manual, ditambah entah mengapa petugas kereta, pramugari dan pramugara sliweran ga jelas sampe tengah malam. mereka maksain beli makanan or minuman...
Sorry klo ga da fotonya..udah malem, saya mengantuk ingin segera masuk dan tidur
dengan harga tiket Rp. 320.000,- jadi tambah 

Tadi malam (15-12-11) saya melakukan perjalanan bersama Argo Anggrek.
Kereta datang tepat waktu pada pukul 21.30Wib di Gambir sudah langkah awal yg bagus, tapi saya kecewa dengan tampilan luarnya yg kotor dan terkesan tua, tidak seperti gambar2 yg ada di website tentang kemewahan Argo Anggrek.
saat masuk ke gerbong esekutif 5 saya agak terkejut dan kecewa dengan kondisi gerbong yg di penuhi nyamuk dan kursi yg goyang2 seperti tidak terawat, selain itu ada penumpang yg baru masuk setelah saya mencari kursi no 13c tidak ada, padahal di tiketnya tertulis 13b dan 13c, tapi yg ada di gerbong 13a,13b langsung 1 kursi sendiri 13d, akhirnya penumpang itu yg suami istri harus berpisah gerbong
(kebijakan dari petugas sang suami di pindah ke gerbong 4) astagaa..di tambah lagi pintu geser otomatis yg rusak (kadang mau kadang nggak) bahkan kadang harus di dorong manual, ditambah entah mengapa petugas kereta, pramugari dan pramugara sliweran ga jelas sampe tengah malam. mereka maksain beli makanan or minuman...Sorry klo ga da fotonya..udah malem, saya mengantuk ingin segera masuk dan tidur
dengan harga tiket Rp. 320.000,- jadi tambah 

