16-12-2011, 05:59 AM
(12-12-2011, 01:22 PM)axeensalas Wrote: saya RF newbie nih..iseng2 googling eh nemu trit ini..
sekedar sharing info,
kebetulan rmh saya deket sm jembatan yg ada di foto paling bawah.
coba jalan ke barat dikit sekitar 200m-an dari jembtn itu, ada Puskesmas, nah didepannya itu ada bangunan tua yang sepertinya bekas stasiun yang diubah jadi rumah dinas puskesmas (sekarang ditempati sm Bidan). kebarat lagi anda akan menemukan sebuah bangunan yang dulunya Koramil lama, sekarang koramilnya pindah deket balai desa Mandirejo yang deket sama sawah yang juga dibelakangnya ada bekas Jalur KA(ada difoto). Disekitaran situ memang banyak papan tanda dan patok2 aset PT.KA, sampai di depan kantor kecamatan Merakurak (sekarang jadi Lapangan kecamatan) tepat di tepi jalan raya.
Menurut cerita bapak saya (bapak saya juga dpt cerita sm org asli situ), yg kebetulan sdh almarhum, dulunya memang depan rumah kami sebelum jadi kampung, ada sepur yang katanya entah itu cuma lansir ato memang sengaja jalan sampe di Merakurak. tapi bapak saya sendiri blm pernah liat sendiri kereta yang nyampe Sta. Merakurak.
waktu masa kecil saya juga sempat menikmati naik sepur Tuban-Babat, sampe2 pas sakit panasminum obat apapun juga gak sembuh..eeehh diajak naek sepur panasnya langsung turun.jadi sembuh deh..tapi semua tinggal cerita beserta aset2nya aja, lha wong saya sendiri juga cinta banget sm kereta jadi sangat menyayangkan hilangnya jalur Tuban-Babat.
wah ketemu sama railfan satu wilayah nih, nanti kalau mas liat saya, saya disapa ya, kalau pake motor, helm saya ada tulisan railfanya, hehehe
benar mas, saya jumpai juga ada satu bangunan mirip stasiun kereta, namun masih ragu, mengingat tidak adanya tulisan atau bekas rel seperti di statiun tuban...
saya beberapa kali makan di tempat wader yang menghadap ke selatan itu mas, kalau waduk yang ada di barat tempat tadi sepertinya dahulunya digunakan untuk mengisi air pada loko uap, dilihat dari banyaknya patok dan papan tanah milik PT. Kereta Api Indonesia (Persero)
waktu kecil saya kalau makan sering minta ke stasiun tuban, makanya lebih lahap kata ayah, padahal waktu itu, stasiunya sudah tidak dikunjungi kereta lagi, lihat rel-rel yang tertutup rumput juga saya sudah seneng banget waktu itu, sayang seiring waktu berjalan semakin banyak bangunan yang berdiri tepat di atas lahan milik PT. Kereta Api Indonesia (Persero), entah itu bangunan liar, maupun bangunan resmi dengan status sewa tanah...

minum obat apapun juga gak sembuh..eeehh diajak naek sepur panasnya langsung turun.jadi sembuh deh..tapi semua tinggal cerita beserta aset2nya aja, lha wong saya sendiri juga cinta banget sm kereta jadi sangat menyayangkan hilangnya jalur Tuban-Babat.