12-12-2011, 11:42 AM
(12-12-2011, 11:30 AM)Adolph Wrote:perihal DT Smt-Sbi nantinya frekuensi ka setiap tahun akan terus ditambah karena lintasan ini strategis untuk nilai jual kecepatan dan jarak tempuh track pada medan datar dan cenderung lurus tidak melewat jalur pegunungan dan kelokan bukuit-bukit yang pastinya rawan longsor dan bisa berpotansi gempa vulkanik tentunya.(11-12-2011, 03:18 PM)eko winarno Wrote: Sebenarnya persilangn di jalur pantura hampir merata dan juga di petak daop 8, untuk double track tetap selesai secepatnya di lintasan utara di karenakan untuk angkutan barang yang akan di tingkatkan untuk program jangka panjang.
perasaan klo saya naik KA sbi-jkt gk pernah atau jarang bersilangan di jawa timur deh..biasanya stelah semarang baru sering ada persilangan,,karena memang KA di kalur smt-sbi sangat sedikit sekali, apalagi klo malam....bahkan jika angkutan barang ditingkatkan IMO Sbi-smt ini masih cukup tanpa DT,,jangankan jalur sbi-smt, jalur sby-mn yg jauh lebih ramai aja masih muat kok tanpa dt...
makannya jalur ini kedepannya lebih diutamakan ketimbang jalur Slo-Wo
juga pertimbangan untuk mengurangi kepadatan jalur jalan pantura yang setiap hari frkuensi lalu alang ban karetnya sangat sangat padat
debaran hatikuWAHANA DAYA PERTIWI
yen nglurug tanpo bolo ...menang tanpo ngasorake
