09-12-2011, 07:57 PM
[spoiler=PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Galang Pendanaan]
JAKARTA (Suara Karya) : PT. Kereta Api Indonesia (Persero) sedang menggalang pendanaan berupa pinjaman Rp 6,8 triliun atau 85 persen dari total Rp 8 triliun anggaran pengembangan infrastruktur KA Bandara Soekarno-Hatta dan jalur lingkar kereta rel listrik (KRL) Jabodetabek hingga 2018. Khusus KA Bandara ruas Manggarai ke Soekarno-Hatta sepanjang 26 kilometer yang menelan anggaran senilai Rp 2 triliun ditargetkan selesai akhir 2013.
Direktur Utama PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Ignasius Jonan mengatakan, dari total anggaran yang dibutuhkan, sebanyak 15 persen bersumber dari internal perusahaan. Hingga kini sudah ada sejumlah bank lokal yang akan mengucurkan kredit modal kerjanya. "Kita akan cari pinjaman dari bank lokal. Banknya sudah ada," kata dia di Jakarta kemarin.
Pengembangan ini sendiri dilakukan berdasarkan penugasan pemerintah melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 83 Tahun 2011 tentang Penugasan Menyelenggarakan Sarana dan Prasarana KA Bandara Soekarno-Hatta dan jalur lingkar Jabodetabek yang ditandatangani Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 24 November 2011.
"Dari Rp 8 triliun ini, kami butuh pinjaman dari bank sebesar 85 persen, sisanya 15 persen dari kas internal PT. Kereta Api Indonesia (Persero)," kata Jonan.
Dalam Perpres, pemerintah menugaskan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) untuk menyelenggarakan prasarana dan sarana perkeretaapian Bandara Soekarno-Hatta via Kota Tangerang dan jalur lingkar (circular line) Jabodetabek. Dengan demikian, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) akan membangun seluruh yang dibutuhkan untuk pengadaan kereta api bandara dan jalur lingkar, seperti membangun sinyal, elektrifikasi, stasiun, pembebasan lahan, termasuk pengadaan rel.
Namun, untuk perlintasan sebidang sebanyak 24 perlintasan sepanjang Tangerang ke Bandara akan ditangani pemerintah daerah setempat. Untuk seluruh pembangunan ini, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) membutuhkan dana Rp 8 triliun, yakni Rp 2,25 triliun Kereta Api Bandara dan sisanya Rp 6,75 triliun untuk KRL jalur lingkar Jabodetabek.
Soal pengembangan jalur lingkar KRL Jabodetabek, Jonan menjelaskan, pihaknya menargetkan 1,5 juta penumpang per hari pada 2018. Saat ini sekitar 500.000 penumpang per hari. Untuk memenuhi target tersebut, akan ada penambahan 100 unit KRL dari yang beroperasi saat ini 300 KRL. "Makanya kami buat jalur melingkar agar cukup, karena harus tambah 200.000 penumpang per hari hingga bisa capai target 1,5 juta," katanya.
[/spoiler]
Direktur Utama PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Ignasius Jonan mengatakan, dari total anggaran yang dibutuhkan, sebanyak 15 persen bersumber dari internal perusahaan. Hingga kini sudah ada sejumlah bank lokal yang akan mengucurkan kredit modal kerjanya. "Kita akan cari pinjaman dari bank lokal. Banknya sudah ada," kata dia di Jakarta kemarin.
Pengembangan ini sendiri dilakukan berdasarkan penugasan pemerintah melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 83 Tahun 2011 tentang Penugasan Menyelenggarakan Sarana dan Prasarana KA Bandara Soekarno-Hatta dan jalur lingkar Jabodetabek yang ditandatangani Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 24 November 2011.
"Dari Rp 8 triliun ini, kami butuh pinjaman dari bank sebesar 85 persen, sisanya 15 persen dari kas internal PT. Kereta Api Indonesia (Persero)," kata Jonan.
Dalam Perpres, pemerintah menugaskan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) untuk menyelenggarakan prasarana dan sarana perkeretaapian Bandara Soekarno-Hatta via Kota Tangerang dan jalur lingkar (circular line) Jabodetabek. Dengan demikian, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) akan membangun seluruh yang dibutuhkan untuk pengadaan kereta api bandara dan jalur lingkar, seperti membangun sinyal, elektrifikasi, stasiun, pembebasan lahan, termasuk pengadaan rel.
Namun, untuk perlintasan sebidang sebanyak 24 perlintasan sepanjang Tangerang ke Bandara akan ditangani pemerintah daerah setempat. Untuk seluruh pembangunan ini, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) membutuhkan dana Rp 8 triliun, yakni Rp 2,25 triliun Kereta Api Bandara dan sisanya Rp 6,75 triliun untuk KRL jalur lingkar Jabodetabek.
Soal pengembangan jalur lingkar KRL Jabodetabek, Jonan menjelaskan, pihaknya menargetkan 1,5 juta penumpang per hari pada 2018. Saat ini sekitar 500.000 penumpang per hari. Untuk memenuhi target tersebut, akan ada penambahan 100 unit KRL dari yang beroperasi saat ini 300 KRL. "Makanya kami buat jalur melingkar agar cukup, karena harus tambah 200.000 penumpang per hari hingga bisa capai target 1,5 juta," katanya.
